Tribunlampung.co.id, METRO - Harga daging sapi di Pasar Induk Kota Metro masih bertahan di angka Rp130 ribu per kilogram dan belum mengalami perubahan sejak awal Ramadan.
Para pedagang menyebutkan kondisi ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, harga daging sapi sudah mulai naik sejak awal Ramadan karena meningkatnya permintaan masyarakat.
Namun pada Ramadan kali ini, harga masih relatif stabil. Para pedagang menilai hal tersebut terjadi karena permintaan dari masyarakat belum terlalu tinggi sehingga belum mendorong kenaikan harga di pasaran.
Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Induk Kota Metro, Fahmi, mengatakan harga daging sapi masih berada di kisaran Rp130 ribu per kilogram.
Menurutnya, belum ada fluktuasi harga sejak memasuki bulan puasa hingga saat ini.
"Harganya tetap di Rp130 ribu per kilogram. Biasanya nanti mendekati Lebaran baru mulai naik," kata Fahmi, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, meski Ramadan sudah berjalan beberapa hari, aktivitas pembelian daging sapi masih tergolong normal. Belum terlihat lonjakan signifikan dari masyarakat yang membeli daging untuk kebutuhan berbuka maupun sahur.
Menurut Fahmi, peningkatan permintaan daging sapi biasanya baru terasa ketika mendekati Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat umumnya mulai membeli daging dalam jumlah lebih banyak untuk persiapan berbagai hidangan khas Lebaran.
"Kalau sekarang masih biasa saja. Biasanya masyarakat mulai ramai cari daging sekitar dua hari sebelum Lebaran," ujarnya.
Fahmi memprediksi harga daging sapi berpotensi mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kenaikan tersebut diperkirakan sekitar Rp10 ribu per kilogram, sehingga harga bisa mencapai Rp140 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut dinilai sebagai hal yang wajar karena meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya. Selain itu, banyak keluarga yang menyiapkan berbagai menu khas Lebaran yang berbahan dasar daging sapi.
"Harganya kemungkinan naik jadi Rp140 ribu per kilogram. Itu biasanya terjadi karena permintaan meningkat menjelang Lebaran," jelasnya.
Selain faktor permintaan, pedagang juga harus memastikan ketersediaan stok agar tetap mencukupi kebutuhan pasar. Fahmi mengaku setiap hari menyediakan sekitar satu ton daging sapi untuk dijual di Pasar Induk Kota Metro.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada hari-hari biasa selama Ramadan. Namun, situasinya akan berbeda ketika mendekati Lebaran.
Menurut Fahmi, stok satu ton daging sapi yang biasanya bisa dijual dalam beberapa hari, akan habis jauh lebih cepat ketika permintaan meningkat menjelang Idul Fitri.
"Kalau sudah mendekati Lebaran, stok satu ton biasanya bisa habis hanya dalam waktu dua hari," katanya.
Sementara itu, Marina selaku pengunjung pasar mengaku akan membeli daging sapi meski tidak rutin.
Dia menilai, sebagian masyarakat memang memilih menunggu waktu yang lebih dekat dengan Lebaran agar daging yang dibeli masih segar saat akan dimasak.
Menu berbahan dasar daging sapi memang menjadi hidangan yang hampir selalu hadir saat Lebaran.
"Kalau mau daging segar nyarinya mepet lebaran, tapi harganya pasti naik," kata dia.
Marina mengatakan, umumnya menu makanan olahan daging yang disajikan saat lebaran di Kota Metro di antaranya seperti rendang, semur daging, hingga gulai yang menjadi favorit banyak keluarga.
Karena itu, dia tidak memungkiri jika permintaan daging sapi biasanya meningkat tajam menjelang hari raya.
Meski diprediksi mengalami kenaikan harga, Marina selaku Ibu Rumah Tangga mengaku tetap membelinya karena sudah bagian dari tradisi menyambut Hari Raya Idul Fitri.
"Karena sudah lumrah ya, kebetulan di rumah saya saat lebaran pertama selalu menjadi tempat kunjungan pertama untuk anak, menantu, dan cucu. Jadi hidangan daging sudah pasti ada untuk makan bersama," kata dia. (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)