TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hingga kini belum ada kejelasan terkait kapan akan dilaksanakannya Musyawarah Olahraga Provisi (Musorprov) KONI Riau.l tahun 2026.
Padahal kegiatan tersebut penting untuk menentukan Ketua Umum KONI Riau yang baru.
Seperti diketahui, masa jabatan Ketua KONI Riau saat ini yang dijabat Iskandar Hoesin akan berakhir Maret 2026.
Dengan demikian, sejatinya sudah harus disusun agenda untuk pelaksana Musorprov pemilihan ketua yang baru.
Wakil Ketua KONI Riau, Khairul Fahmi yang dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Selasa (10/3/2026) mengatakan bahwa dirinya belum mendapatkan arahan dari Ketum KONI.
"Sampai sekarang saya belum mendapatkan. Informasi dan arahan dari Ketum,"ujarnya.
Disinggung soal tim Penjaringan dan Penyaringan Pemilihan Ketua KONI Riau yang sudah menentukan waktu Musorprov yakni tanggal 7-8 Maret, Fahmi menyebutkan jika Pelaksana Musorprov tidak bisa ujuk-ujuk.
Baca juga: Jadi Tersangka Keempat, Ajudan Gubri Non Aktif Abdul Wahid Belum Ditahan KPK
Baca juga: 9 SPPG Dapur MBG di Riau yang Ditutup oleh BGN, Tersebar di Kampar dan Bengkalis
"Harus ada persiapan dan informasi awal. Musorpov itu nantinya kan juga akan disampaikan hasil kerja TPP.
Nah, TPP sendirikan belum tuntas,"ungkap Fahmi.
TPP memang telah mengumumkan 2 calon yang maju pada pemilihan Ketua KONI Riau masa periode 2026-20230.
Dua nama tersebut yakni, Edi Basri dan Iskandar Hoesin.
TPP kemudian juga mengumumkan bahwa Musorprov bisa dilaksanakan tanggal 7-8 Maret 2026.
Namun, sampai batas waktu yang disebutkan, sama sekali tidak ada pergerakan apapun dari KONI perihal rencana Musorprov.
Fahmi menilai, pengumuman TPP tidak prosedural. Pasalnya ia sebagai ketua TPP justru tidak dilibatkan.
Kondisi yang membuat ia kemudian melaporkannya ke KONI pusat.
"Sampai kini belum ada informasi apapun dari KONI pusat," pungkasnya. (Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)