Nova.id -Memelihara kucing di rumah memang membawa banyak kebahagiaan.
Hewan yang dikenal manja dan menggemaskan ini sering menjadi teman yang menyenangkan bagi pemiliknya.
Namun di balik itu, ada hal yang perlu diperhatikan, terutama ketika kucing buang air sembarangan hingga mengenai barang di rumah.
Kotoran kucing termasuk dalam kategori najis, sehingga barang yang terkena harus dibersihkan dengan cara yang tepat agar kembali suci.
Proses membersihkannya tidak cukup hanya dengan membilas air secara sekilas, tetapi harus dilakukan dengan metode yang benar agar najis benar-benar hilang.
Memahami cara menyucikan barang yang terkena kotoran kucing penting, terutama bagi pemilik hewan peliharaan yang ingin menjaga kebersihan sekaligus kesucian benda di rumah.
Mengenal Jenis Najis dari Kotoran Kucing
Dalam hukum Islam, kotoran dan urine hewan seperti kucing termasuk najis mutawassitah atau najis tingkat sedang.
Artinya, najis ini dapat disucikan dengan cara membersihkan bagian yang terkena hingga hilang warna, bau, dan bentuknya.
Jika salah satu dari tiga unsur tersebut masih tersisa, maka proses pembersihan perlu diulang hingga benar-benar bersih.
1. Singkirkan Kotoran yang Menempel
Langkah pertama adalah menghilangkan kotoran yang terlihat secara fisik. Gunakan tisu, sarung tangan, atau alat bantu lain untuk mengambil kotoran yang menempel pada permukaan barang.
Pastikan kotoran padat benar-benar terangkat sebelum proses pencucian dilakukan.
2. Siram atau Bilas dengan Air Bersih
Setelah kotoran diangkat, bilas bagian yang terkena najis menggunakan air bersih. Air berfungsi untuk melarutkan sisa kotoran serta menghilangkan bekas yang masih menempel.
Proses pembilasan bisa dilakukan beberapa kali hingga noda mulai memudar.
3. Gosok Jika Noda Masih Melekat
Apabila masih terdapat bekas noda atau bau, gosok bagian tersebut secara perlahan menggunakan sabun atau deterjen. Cara ini membantu menghilangkan sisa kotoran yang mungkin masih tertinggal pada serat bahan.
Langkah ini sangat berguna terutama untuk barang berbahan kain seperti karpet, pakaian, atau sofa.
4. Bilas Hingga Hilang Bau dan Warna
Setelah digosok, bilas kembali menggunakan air bersih hingga tidak ada lagi sisa sabun, bau, maupun warna yang tertinggal.
Dalam proses penyucian najis mutawassitah, yang terpenting adalah memastikan tiga tanda najis—warna, bau, dan rasa (atau bentuk)—sudah benar-benar hilang.
5. Keringkan Barang
Langkah terakhir adalah mengeringkan barang tersebut. Anda bisa menjemurnya di bawah sinar matahari atau mengeringkannya dengan cara lain sesuai jenis barangnya.
Setelah kering dan tidak ada lagi bekas najis, barang tersebut dapat digunakan kembali seperti biasa.
- Sediakan litter box yang bersih dan nyaman.
- Bersihkan kotak pasir secara rutin.
- Tempatkan litter box di area yang tenang dan mudah dijangkau kucing.
- Latih kucing sejak kecil agar terbiasa menggunakan kotak pasir.
Dengan perawatan yang tepat, kemungkinan kucing buang air di sembarang tempat dapat diminimalkan.