Sosok Misterius Paksa Bertemu Istri Ermanto Usman yang Kritis, Ngaku Penyidik, Rieke: Gak Bener!
ninda iswara March 10, 2026 02:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Seorang pria yang mengaku sebagai penyidik tiba-tiba mencoba memaksa menemui Pasmilawati (60), istri mendiang pensiunan Jakarta International Container Terminal (JICT) Ermanto Usman (65), yang saat ini masih terbaring kritis di rumah sakit.

Kejadian ini terungkap melalui laporan anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, setelah anak korban menghubunginya untuk melaporkan kedatangan sosok misterius tersebut.

Rieke menyatakan keraguannya terkait klaim pria itu sebagai penyidik.

"Aku dapat kabar dari anaknya Pak Ermanto, selain ada pihak-pihak yang mendesakk, dalam tanda kutip meminta kronologi segala macam kepada dua anaknya melalui telepon. Pagi tadi ternyata di rumah sakit, ada seseorang yang mengaku sebagai penyidik akan mewawancarai istri Pak Ermanto, yang notabenenya adalah saksi kunci dalam kasus ini, sekaligus korban," ujar Rieke Diah Pitaloka.

Ia menambahkan, "Kok bisa mau pendalaman kasus terhadap orang yang masih dalam kondisi kritis, benarkah ini penyidik dari kepolisian? Aku kok enggak percaya."

Baca juga: Sosok Ermanto Usman, Tewas Dirampok di Rumahnya di Bekasi, Istri Kritis, Dulu Bongkar Kasus Korupsi

Rieke juga menyoroti prosedur yang seharusnya dijalankan. "Mana bisa wawancara udah ada kuasa hukum, udah ada LPSK, kemudian tidak ada koordinasi," imbuhnya.

Menanggapi laporan itu, Rieke langsung mendatangi rumah sakit dan bertemu dengan anak-anak Ermanto Usman.

Ia juga menanyakan kronologi kejadian kepada petugas keamanan setempat.

Petugas mengungkapkan bahwa mereka sempat menolak permintaan pria tersebut untuk bertemu dengan Pasmilawati, namun orang itu tetap memaksa.

"Jadi aku sudah tegur pamdalnya, 'Bu jadi orang itu datang, terus dia mau wawancara keluarga korban mau lihat saksi kunci'," jelas Rieke.

"'Nanti ya nunggu persetujuan keluarga,' jawab pamdalnya. Untung saat itu ada anak Pak Ermanto, nah terus kemudian dia tetap ikut dan maksa masuk," lanjutnya.

Rieke menegaskan, "Ini indikasinya gak benar, dan masa sih polisi? Aku yakin bukan deh, masa enggak profesional."

Datangi Polres Metro Kota Bekasi

Rieke Diah Pitaloka menjelaskan saat ini Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan menjaga istri Ermanto Usman dan keluarganya selama 24 jam.

Tak sendirian, LPSK akan berkoordinasi dengan Polres Metro Kota Bekasi.

Rieke Diah Pitaloka lalu mendatangi Polres Metro Kota Bekasi dan memberikan surat berisi dukungan kepada aparat, untuk memberikan perlindungan.

"Dan aku sudah ke rumah sakit, bertemu dengan anak-anakknya. Alhamdulillah LPSK memberikan pengawalan 24 jam, Ketua LPSK juga berkoordinasi dengan Polres Bekasi Kota," ucap Rieke Diah Pitaloka.

"Aku juga sudah memberikan surat resmi sebagai anggota Komisi 13 DPR RI memberikan dukungan kepada polisi untuk melindungi saksi kunci dan keluarganya 24 jam," imbunya.

Baca juga: Rekam Jejak Ermanto Usman, 2 Kali Dipecat karena Terlalu Vokal Bela Buruh, Tewas Diduga Dibunuh

Kasus dugaan perampokan di Jatibening, Bekasi yang tewaskan Ermanto Usman Senin (2/3/2026).
Kasus dugaan perampokan di Jatibening, Bekasi yang tewaskan Ermanto Usman Senin (2/3/2026). (Kompas.com/NURPINI AULIA RAPIKA// Facebook Ermanto Usman)

Bukan Penyidik

Menurut Rieke Diah Pitaloka setelah berbincang dengan polisi dari Polres Metro Kota Bekasi, dapat dipastikan sosok yang memaksa bertemu Pasmilawati bukan penyidik.

"Kan benar bukan penyidik dari kepolisian, orang kayak gak sekolah, korban lagi kritis mau diwawancara," kata Rieke Diah Pitaloka.

Rieke Diah Pitaloka menduga orang tersebut merupakan pihak yang hendak membungkam istri Ermanto Usman.

Di akhir pernyataannya, Rieke Diah Pitaloka mencolek Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Presiden RI Prabowo Subianto.

"Berarti kalau memang bukan dari kepolisian, ada pihak yang berupaya membungkam supaya istrinya tidak bisa bersaksi, padahal istrinya adalah saksi kunci, mohon dukungannya masyarakat Indonesia, juga Bapak Kapolri dan Presiden Prabowo. Saya yakin tidak akan memberikan perlindungan kepada siapapun yang terlibat dalam kasus ini, dan walaupun mau disambungin dengan kasus korupsi yang lama, InsyaAllah Pak Prabowo tidak terlibat," tegas Rieke Diah Pitaloka.

Diwartakan sebelumnya, Pasmilawati dan Ermanto Usman diserang orang tak dikenal di rumahnya kawasan Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026).

Ermanto Usman meninggal dunia, sementara Pasmilati mengalami luka berat dan kini masih menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit, di Bekasi.

Dua bulan sebelumnya, Ermanto Usman pernah diundang ke salah satu siniar atau podcast untuk membicarakan terkait dugaan penyimpangan perpanjangan kontrak JICT dengan perusahaan Hongkong Hutchinson Port Holding (HPH), yang diduga merugikan negera Rp4,08 triliun.

Tak cuma itu, semasa masih bekerja Ermanto Usman menjabat sebagai ketua serikat pekerja dan dikenal vokal membela hak buruh. 

Bahkan karena dianggap terlalu vokal, Ermanto Usman pernah dipecat dua kali oleh JICT.

(TribunTrends/TribunJakarta)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.