Sosok Angeline Alkatiri Halilović, Wakil Gorontalo di Ajang Putri Indonesia 2026
Fadri Kidjab March 10, 2026 05:42 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Provinsi Gorontalo kembali mengirimkan putri terbaiknya untuk bersaing di panggung nasional paling bergengsi, yakni ajang Puteri Indonesia 2026.

Tahun ini, sosok Angeline Alkatiri Halilović dipercaya menjadi representasi Bumi Serambi Madinah untuk berkompetisi dengan puluhan finalis dari seluruh pelosok Nusantara.

Angeline bukan sekadar peserta biasa. Ia membawa misi besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi wisata Gorontalo ke kancah nasional maupun internasional.

Ajang Puteri Indonesia sendiri merupakan kompetisi kecantikan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Puteri Indonesia bekerja sama dengan Mustika Ratu.

Program yang telah eksis sejak tahun 1992 ini bertujuan untuk memilih sosok perempuan yang memiliki keseimbangan antara kecantikan fisik, kecerdasan, dan kepribadian.

Setiap provinsi di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengirimkan perwakilannya setelah melalui proses seleksi dan pembinaan yang sangat ketat.

Para finalis tidak hanya dinilai dari cara mereka berjalan di atas panggung, tetapi juga wawasan kebangsaan serta kepedulian sosial mereka.

Proses terpilihnya Angeline sebagai wakil Gorontalo tidak terlepas dari peran penting MM Karawo Agency sebagai pihak yang melakukan pembinaan.

Founder MM Karawo Agency, Eno Makulase, mengungkapkan bahwa perjalanan mencari sosok yang tepat adalah tugas yang penuh tantangan.

Hingga saat ini, MM Karawo Agency tercatat sudah tujuh kali mengutus putri terbaik dari Provinsi Gorontalo untuk berlaga di ajang tersebut.

Eno menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, perwakilan Gorontalo biasanya merupakan putri daerah yang menetap langsung di wilayah Gorontalo.

Nama-nama seperti Lia Katili, Hindun Hulopi, Fadilah Hayya, hingga Angelia Katili adalah sederet figur yang pernah membawa nama daerah di panggung tersebut.

Namun, untuk edisi Putri Indonesia 2026, pihak agensi memutuskan untuk melakukan terobosan baru dengan memilih Angeline Alkatiri Halilović.

Meskipun tidak menetap secara permanen di Gorontalo, Angeline ditegaskan memiliki garis keturunan asli dari daerah tersebut melalui pihak ibunya.

Secara aturan resmi di Yayasan Puteri Indonesia, seorang peserta memang diperbolehkan mewakili suatu daerah selama memiliki ikatan darah atau keturunan.

Baca juga: Sosok Hindun Hulopi, Anak Nelayan yang Mewakili Gorontalo di Ajang Puteri Indonesia 2024

Profil Angeline Alkatiri Halilovic

Angeline Alkatiri Halilović kala bertemu Wakil Gubernur Gorontalo
PUTRI INDONESIA -- Angeline Alkatiri Halilović kala bertemu Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah. (Sumber: Instagram)

Angeline sendiri tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sangat multikultural dan memiliki latar belakang yang cukup unik.

Ibunya adalah seorang wanita berdarah Gorontalo dan Arab, sementara ayahnya memiliki darah Prancis dan Bosnia.

Perpaduan budaya ini membentuk karakter Angeline menjadi sosok yang terbuka namun tetap memegang teguh akar budayanya.

Keputusan memilih Angeline didasari oleh keinginan besar MM Karawo Agency untuk membawa perubahan signifikan bagi prestasi Gorontalo di kancah nasional.

Selama beberapa tahun terakhir, perwakilan Gorontalo memang belum berhasil menembus jajaran finalis utama atau posisi puncak di Putri Indonesia.

Oleh karena itu, diperlukan figur yang memiliki paket lengkap, mulai dari fisik yang memadai hingga kemampuan komunikasi yang sangat mumpuni.

Angeline memiliki keunggulan fisik yang menonjol dengan tinggi badan mencapai 180 sentimeter, yang menjadi modal penting dalam dunia kontes kecantikan.

Selain postur tubuh, ia juga dibekali dengan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) yang luar biasa serta penguasaan bahasa asing.

Persiapan Angeline ternyata tidak dilakukan dalam waktu singkat, melainkan sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu.

Pada tahun 2022, ia sudah mulai menunjukkan bakatnya dengan mengikuti ajang Putri Remaja Indonesia dan meraih prestasi sebagai Best Speech.

Sejak masa remaja tersebut, ia sudah diarahkan untuk mempelajari lebih dalam mengenai seluk-beluk budaya Gorontalo.

Pembinaan ini mencakup pemahaman tentang tradisi lokal, adat istiadat, hingga potensi ekonomi kreatif yang ada di Gorontalo.

Salah satu fokus utama dalam pembekalannya adalah pengenalan terhadap sulaman karawo, yang merupakan warisan budaya tak benda kebanggaan masyarakat Gorontalo.

Menurut Eno Makulase, karawo bukan sekadar kain, melainkan identitas yang mencerminkan ketelitian dan kesabaran masyarakat setempat.

Selain aspek budaya benda, Angeline juga diminta untuk memahami potensi wisata alam, khususnya fenomena hiu paus yang menjadi daya tarik dunia.

Dengan bekal pengetahuan ini, Angeline diharapkan mampu menjadi juru bicara pariwisata yang andal bagi daerah asalnya.

Angeline sendiri mengaku bahwa meskipun ia memiliki darah campuran, nilai-nilai ketimuran tetap menjadi pedoman hidupnya sehari-hari.

Ia sangat mengagumi etos kerja perempuan Gorontalo yang dikenal sebagai sosok yang tangguh dan pekerja keras dalam menjalani kehidupan.

Dari sisi akademis, Angeline merupakan mahasiswi Manajemen dengan peminatan Bisnis Internasional di Universitas Pelita Harapan (UPH).

Saat ini, ia juga sedang memperkaya pengalamannya dengan menjalani program magang di Badan Keahlian DPR RI.

Pengalaman bekerja di lingkungan pemerintahan memberinya perspektif baru bahwa seorang putri kecantikan harus bisa memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Dalam ajang tahun 2026 ini, ia mengusung sebuah advokasi yang sangat bermakna bagi masyarakat daerah asalnya, yaitu "Motolayo Nusantara".

Nama "Motolayo" diambil dari bahasa Gorontalo kuno yang memiliki arti mendalam, yakni upaya untuk melestarikan sesuatu yang berharga.

Melalui program ini, ia berkomitmen untuk mengangkat kembali eksistensi budaya dan keindahan alam Gorontalo agar lebih dikenal luas.

Dukungan dari masyarakat Gorontalo menjadi energi tambahan baginya untuk memberikan penampilan terbaik di malam puncak nanti.

Ia juga berpesan kepada seluruh anak muda di Gorontalo untuk tidak pernah takut memiliki mimpi yang tinggi.

Bagi Angeline, keberhasilan adalah perpaduan antara kerja keras pribadi dan restu serta dukungan dari orang-orang terdekat di sekitar kita. (*)

perempuan Gorontalo yang dikenal sebagai sosok yang tangguh dan pekerja keras dalam menjalani kehidupan.

Dari sisi akademis, Angeline merupakan mahasiswi Manajemen dengan peminatan Bisnis Internasional di Universitas Pelita Harapan (UPH).

Saat ini, ia juga sedang memperkaya pengalamannya dengan menjalani program magang di Badan Keahlian DPR RI.

Pengalaman bekerja di lingkungan pemerintahan memberinya perspektif baru bahwa seorang putri kecantikan harus bisa memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Dalam ajang tahun 2026 ini, ia mengusung sebuah advokasi yang sangat bermakna bagi masyarakat daerah asalnya, yaitu "Motolayo Nusantara".

Nama "Motolayo" diambil dari bahasa Gorontalo kuno yang memiliki arti mendalam, yakni upaya untuk melestarikan sesuatu yang berharga.

Melalui program ini, ia berkomitmen untuk mengangkat kembali eksistensi budaya dan keindahan alam Gorontalo agar lebih dikenal luas.

Dukungan dari masyarakat Gorontalo menjadi energi tambahan baginya untuk memberikan penampilan terbaik di malam puncak nanti.

Ia juga berpesan kepada seluruh anak muda di Gorontalo untuk tidak pernah takut memiliki mimpi yang tinggi.

Bagi Angeline, keberhasilan adalah perpaduan antara kerja keras pribadi dan restu serta dukungan dari orang-orang terdekat di sekitar kita. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.