Sosok Kasim Pilobu, Camat di Kota Gorontalo Terinspirasi Gaya Adhan Dambea
Fadri Kidjab March 10, 2026 05:42 PM

 

(Penulis: Yunima Hasan, Mahasiswa Bahasa Indonesia UNG)

TRIBUNGORONTALO.COM – Nama Kasim Pilobu kini menjadi salah satu figur Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipercaya memegang tongkat kepemimpinan di wilayah Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Saat ini, ia menjabat sebagai Camat Hulonthalangi namun juga mendapatkan tugas tambahan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sipatana.

Kepercayaan besar ini diberikan langsung oleh Wali Kota Gorontalo setelah camat Sipatana sebelumnya dilantik menjadi Kepala Dinas Pertanian Kota Gorontalo.

Bagi Kasim, amanah ini merupakan tanggung jawab moral yang harus dijalankan dengan dedikasi tinggi demi melayani masyarakat di dua wilayah berbeda.

"Alhamdulillah saya diberi kepercayaan oleh Pak Wali Kota untuk mengendalikan roda pemerintahan di Kecamatan Sipatana," ungkap Kasim saat dihubungi TribunGorontalo.com, Selasa (10/3/2026).

Dalam menjalani perannya sebagai pemimpin di tingkat kecamatan, Kasim ternyata memiliki sumber inspirasi yang kuat dalam gaya kepemimpinannya.

Ia mengaku banyak terinspirasi oleh sosok Adhan Dambea, tokoh pemimpin Gorontalo yang dikenal memiliki ketegasan dan kedekatan dengan rakyat.

Gaya kepemimpinan Adhan Dambea yang visioner menjadi rujukan bagi Kasim dalam mengambil kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik.

Selain itu, pengalaman sewaktu aktif di organisasi mahasiswa HPMIG juga menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter kepemimpinannya saat ini.

Ia melihat banyak alumni HPMIG yang telah sukses memimpin di berbagai daerah, hal itulah yang memotivasi dirinya untuk memberikan pengabdian terbaik.

Pria berusia 46 tahun ini merupakan sosok yang sangat menghargai pendidikan sebagai modal utama dalam membangun karier di dunia birokrasi.

Kasim menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Lemito, Kabupaten Pohuwato, sebelum akhirnya merantau untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Ia tercatat sebagai alumni Sekolah Teknik Negeri (STN) Telaga dan melanjutkan pendidikan menengah di STM Jalan Bali dengan mengambil jurusan otomotif.

Semangat belajarnya tak berhenti di situ, ia kemudian menempuh studi di Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar hingga meraih gelar Sarjana Teknik.

Baca juga: Sosok Ramlan Amrain, Lurah Tenilo: Adik Leting Eks Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di STKS Bandung

Perjalanan Karier Kasim Pilobu

Kantor Camat Sipatana, foto diambil pada Selasa (10/3/2026)
PROFIL PEJABAT -- Kantor Camat Sipatana, foto diambil pada Selasa (10/3/2026). (Sumber Foto: Yunima Hasan)

Karier Kasim di dunia pemerintahan dimulai pada April 2006 saat ia pertama kali diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Dinas Perhubungan.

Pengalaman pertamanya di wilayah kelurahan dimulai saat ia menjabat sebagai Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan di Kelurahan Tomulabutao Induk.

Setelah itu, ia banyak menghabiskan waktu di Dinas Tata Kota Kota Gorontalo, di mana ia pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Pengukuran.

Kemampuannya dalam bidang teknis membuatnya dipercaya menjadi Kepala Bidang Penataan Bangunan selama kurang lebih dua tahun di dinas tersebut.

Tak hanya itu, Kasim juga sempat memimpin Bidang Penerangan Jalan Umum selama lima tahun, sebuah posisi yang menuntut respons cepat terhadap keluhan warga.

Sebelum menjadi camat, ia juga pernah mengabdi di Dinas Lingkungan Hidup sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Limbah Domestik selama lebih dari lima tahun.

Rentetan pengalaman di berbagai dinas teknis inilah yang membentuk pemahaman Kasim mengenai kompleksitas permasalahan infrastruktur di Kota Gorontalo.

Kini, sebagai pemimpin di dua kecamatan, Kasim harus berhadapan dengan karakteristik wilayah yang sangat kontras antara satu dengan yang lainnya.

Kecamatan Hulonthalangi dikenal memiliki bentang alam yang menantang, terdiri dari kawasan pesisir pantai dan perbukitan yang cukup curam.

Tantangan utama di Hulonthalangi adalah ancaman bencana alam seperti angin kencang dan potensi tanah longsor yang sering menghantui saat cuaca ekstrem.

Di sisi lain, Kecamatan Sipatana memiliki tipologi wilayah yang didominasi oleh kawasan pemukiman padat penduduk serta lahan persawahan yang luas.

Kondisi ini menuntut Kasim untuk lebih detail dalam merencanakan pembangunan agar seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Karena baru menjabat sekitar satu bulan sebagai Plt Camat Sipatana, ia kini gencar melakukan pemetaan potensi dan mempelajari karakteristik sosial warga setempat.

Salah satu fokus utamanya di Hulonthalangi adalah memperjuangkan pembangunan kantor camat yang definitif agar pelayanan publik bisa lebih maksimal.

Selama ini, operasional kantor camat Hulonthalangi masih menggunakan gedung pinjaman milik pemerintah, sehingga pembangunan gedung baru menjadi prioritas.

Di Kecamatan Sipatana, ia sedang meninjau kembali pembagian tata ruang wilayah guna memastikan setiap pembangunan perumahan tidak menyalahi aturan.

Kasim juga sangat peduli terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir pantai Hulonthalangi.

Ia mendorong pelaku UMKM di Kelurahan Tanjung Kramat dan Kelurahan Tenda untuk terus berinovasi dalam mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tinggi.

Produk olahan seperti abon ikan cakalang dan tuna kini menjadi komoditas unggulan yang mulai dikenal luas oleh masyarakat di luar wilayah Gorontalo.

Upaya pemberdayaan ini juga mendapat angin segar melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari pihak Pertamina.

Partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian serius Kasim dengan mengoptimalkan penggunaan armada pengangkut sampah Getor.

Salah satu pencapaian yang paling membanggakan bagi Kasim adalah saat Kelurahan Tanjung Kramat meraih penghargaan tingkat nasional dari BPOM RI.

Penghargaan sebagai Kelurahan Pangan Aman tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah kecamatan dan warga berjalan dengan sangat baik.

Sebagai penutup, Kasim senantiasa berpesan kepada seluruh warga agar selalu menjaga kebersihan dengan memilah sampah sejak dari lingkungan rumah tangga.

Ia percaya bahwa dengan disiplin membuang sampah sesuai jadwal, masyarakat telah berkontribusi besar dalam menjaga keasrian dan kenyamanan kota.

Dedikasi Kasim Pilobu menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus mampu beradaptasi dengan cepat demi kemajuan wilayah dan kesejahteraan masyarakatnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.