TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU- Lonjakan mobilitas masyarakat menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara diperkirakan mulai ramai pada pekan depan.
Menghadapi arus mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, polisi telah memetakan skema pengamanan dengan menempatkan enam titik penjagaan di lokasi strategis guna menjamin kelancaran arus mudik.
Berdasarkan hasil pemetaan kerawanan, puncak arus mudik diprediksi akan terjadi mulai 15 Maret 2026 mendatang.
Periode tersebut dianggap krusial karena bertepatan dengan dimulainya masa libur panjang bagi pekerja dan Aparatur Sipil Negara.
Baca juga: Siapkan Pengamanan Jelang Arus Mudik Lebaran, Polres Malinau Tempatkan Personel di Enam Pos
Kabag Ops Polres Malinau, Iptu Mardiman menjelaskan enam titik tersebut terdiri dari tiga Pos Pelayanan, dua Pos Pengamanan, dan satu Pos Terpadu.
"Enam titik tersebut terdiri dari tiga Pos Pelayanan yang difokuskan pada pusat transportasi yakni Bandara Kolonel RA Bessing, Terminal Malinau Kota, dan Pelabuhan Speedboat," ujar Mardiman.
Operasi pengamanan dijadwalkan akan melibatkan 39 personel penjagan. ini direncanakan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026 atau bertepatan Operasi Ketupat Kayan di Malinau.
Fokus pengamanan tidak hanya pada jalur transportasi, tetapi juga mencakup pengawasan rumah kosong yang ditinggalkan oleh pemudik.
"Yang paling penting perlu dipastikan rumah sebelum ditinggalkan. Perhatikan keamanan dan hal yang berpotensi menyebabkan musibah," katanya.
Kepolisian juga membuka layanan penitipan kendaraan bagi warga yang akan mudik melalui jalur udara maupun air di kantor Polsek terdekat.
(*)
Penulis : Mohammad Supri