Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
Satu di antaranya yakni dengan menyiagakan sebanyak 57 unit kapal untuk melayani penyeberangan rute Merak-Bakauheni.
Tak hanya itu, terobosan lain yang disiapkan ASDP demi menjaga kenyamanan pemudik, yakni fleksibilitas masa berlaku tiket selama 1x24 jam yang akan diterapkan mulai tanggal 13 hingga 31 Maret 2026.
Lantas, seperti apa persiapan yang telah dilakukan sejauh ini, dan bagaimana nantinya penerapan masa berlaku tiket 1x24 jam tersebut?
Berikut wawancara eksklusif Editor in Chief Tribun Lampung, Ridwan Hardiansyah, bersama General Manager (GM) PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba.
Apa saja kesiapan yang sudah dilakukan PT ASDP Bakauheni untuk menghadapi arus mudik Lebaran tahun 2026 ini, khususnya untuk penyeberangan Merak-Bakauheni?
Jawab: Kita tahu pergerakan massa sangat tinggi saat Lebaran. Secara nasional, hasil survei menunjukkan ada penurunan sekitar 1,7 persen di semua sektor transportasi, dari 160 bidang menjadi 149 bidang. Namun, di sektor penyeberangan, kami memprediksi trennya masih tetap tinggi.
Oleh karena itu, kami menyiapkan tiga hal utama. Pertama terkait armada; telah dilakukan ramp check atau uji kelayakan oleh regulator. Ada 57 unit armada yang siap melayani Merak-Bakauheni, di mana 28 kapal beroperasi setiap hari dan sisanya standby untuk pergantian jadwal.
Kedua, kami menyiapkan 7 dermaga di ASDP, yaitu dermaga 1 sampai 7, yang terdiri dari 2 dermaga eksekutif/ekspres dan 5 dermaga reguler.
Ketiga, kami fokus menyiapkan pelabuhan alternatif tambahan, termasuk yang terbaru tahun ini ada Dermaga PT Sumur Makmur Abadi (SMA).
Bagaimana skema pembagian pelabuhan angkutan mudik lebaran?
Jawab: Semuanya sudah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri. Di sisi Merak, Pelabuhan ASDP akan memuat penumpang pejalan kaki, sepeda motor, kendaraan pribadi, pick-up, dan bus.
Kemudian nanti di Pelabuhan Ciwandan yang berpasangan dengan WK Beton dan Pelabuhan SMA, itu akan memuat sepeda motor serta truk golongan 5B dan 6B supaya trafiknya bisa lebih cepat.
Sedangkan Pelabuhan BBJ Bojonegara yang berpasangan dengan BBJ Muara Pilu akan memuat golongan besar seperti truk golongan 7, 8, dan 9.
Di sisi Bakauheni, pelayanan dipisah menjadi dua bagian. Di Pelabuhan Bakauheni (ASDP) kami utamakan memuat kendaraan pribadi, pejalan kaki, sepeda motor, pick-up, dan bus.
Selebihnya, angkutan barang akan didistribusikan ke tiga pelabuhan alternatif tadi. Jadi di Bakauheni kita benar-benar prioritaskan untuk melayani pemudik.
Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, apa hal baru dalam pelayanan di lintas Merak-Bakauheni kali ini?
Jawab: Kami ingin mengulang kesuksesan tahun lalu. Satu di antara kunci suksesnya adalah pemberlakuan Single Tarif. Tahun ini, tarif eksekutif atau ekspres akan disamakan dengan tarif reguler untuk seluruh 7 dermaga.
Biasanya dermaga eksekutif sangat didominasi pemudik, sementara dermaga eksekutif jumlahnya terbatas, kalau dulu hanya satu, sekarang sudah ada dua (dermaga eksekutif).
Karena permintaan sangat tinggi, antrean sering terkonsentrasi di ekspres, padahal dermaga reguler sebenarnya masih mampu menampung.
Dengan tarif yang sama, ASDP berhak mengatur distribusi kendaraan secara merata dari dermaga 1 sampai 7 agar trafiknya seimbang dan tidak terjadi penumpukan di satu titik saja.
Meskipun tarifnya satu harga, kualitas layanan, jenis kapal, dan fasilitasnya tetap standar ekspres sebagai bonus buat pemudik kita.
Untuk SOP seperti waktu bongkar muat dan penyeberangan, apakah akan ada perbedaan atau disamakan saat tarifnya menjadi satu harga?
Jawab: Untuk kapal eksekutif tetap lebih cepat dengan estimasi waktu sekitar 45 menit, sementara reguler standarnya 1 jam.
Meski pemudik cenderung memilih layanan eksekutif, kebijakan Single Tarif memberi kami kewenangan penuh untuk mendistribusikan kendaraan ke dermaga lain jika terjadi penumpukan, guna memastikan seluruh alur penyeberangan tetap maksimal.
Mulai kapan kebijakan Single Tarif ini berlaku?
Jawab: Single Tarif tahun ini ada dua sesi. Sesi arus mudik akan berlaku di sisi Merak, dan untuk kita yang dari Lampung atau Bakauheni, akan berlaku pada saat arus balik mulai tanggal 23 sampai 29 Maret 2026.
Ini juga sesuatu yang berbeda dari tahun lalu yang hanya berlaku 5 hari, tahun ini menjadi 7 hari agar lebih memperlancar arus dan menghindari penumpukan di kantong parkir maupun dermaga.
Bagaimana koordinasi lintas sektoral untuk mengantisipasi bottleneck di pintu keluar Tol Trans Sumatera menuju pelabuhan?
Jawab: Kami berada di tahap akhir finalisasi rencana bersama Kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan. Strategi utamanya adalah penerapan delaying system melalui optimalisasi buffer zone atau rest area di jalan tol.
Jika pelabuhan padat, kendaraan akan ditampung sementara di rest area dan baru dilepaskan setelah kepadatan terurai. Skenario serupa juga kami terapkan untuk jalur non-tol di Lintas Tengah dan Lintas Timur melalui kolaborasi tim gabungan.
Mengenai pintu masuk atau gerbang pelabuhan yang juga sering menjadi titik macet, apakah ada penambahan jumlah gate (gerbang) tahun ini?
Jawab: Jumlah gate utama tetap standar, namun kami menyiapkan mobile device untuk mempercepat proses scanning tiket jika terjadi antrean. Selain itu, pelabuhan mitra seperti BBJ kini sudah menjual tiket sendiri.
Namun, jika dalam situasi darurat pengguna jasa bertiket ASDP harus dialihkan ke pelabuhan lain, tiket tersebut tetap berlaku dan akan diproses petugas di lapangan menggunakan perangkat mobile tersebut.
Mengenai tiket online, sering ada kendala masyarakat yang terlambat sampai pelabuhan akibat macet sehingga tiketnya hangus. Apakah ada kebijakan khusus untuk momen ini?
Jawab: Ini memang menjadi keluhan masyarakat karena banyak yang menempuh perjalanan jauh. Berdasarkan evaluasi tersebut, kami akan menerapkan kebijakan bahwa tiket berlaku selama 1x24 jam.
Jadi, sepanjang penumpang tidak berganti tanggal keberangkatan, tiketnya tetap berlaku meskipun jamnya sudah lewat. Misalnya Anda punya jadwal jam 10 pagi tapi baru sampai jam 10 malam, itu masih bisa digunakan untuk masuk. Kebijakan ini mulai berlaku dari tanggal 13 sampai 31 Maret 2026.
Jadi masyarakat, misalnya yang dari Palembang, tidak perlu khawatir lagi tiketnya hangus jika telat 2 jam atau lebih karena rentang 24 jam ini sudah sangat leluasa.
Terkait faktor alam seperti cuaca buruk, bagaimana antisipasi ASDP jika kapal tidak bisa berlayar?
Jawab: Keselamatan adalah prioritas utama. Kami berkoordinasi secara real-time dengan BMKG dan KSOP selaku otoritas yang berwenang mengeluarkan izin berlayar.
Jika cuaca dinilai tidak aman, keberangkatan kapal akan segera ditunda hingga situasi membaik. Kami menyadari risiko penumpukan kendaraan di pelabuhan, namun keselamatan pemudik jauh lebih penting daripada memaksakan pelayaran dalam kondisi berbahaya.
Apakah ada imbauan khusus dari ASDP untuk para pemudik sebelum melakukan perjalanan?
Jawab: Kami mewajibkan pemudik melakukan reservasi tiket secara online melalui sistem yang sudah dibuka sejak H-60. Pastikan sudah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan agar prosesnya tinggal check-in dan masuk.
Kami juga tetap memberlakukan pembatasan radius pembelian (geofencing) sejauh 4,7 km dari pelabuhan. Dengan kebijakan baru tiket yang berlaku 1x24 jam, pemudik tidak perlu ragu untuk membeli tiket lebih awal demi perjalanan yang lebih lancar dan nyaman.
Pelabuhan Bakauheni terus berkembang pesat , apa rencana pengembangan ke depannya?
Jawab: Saat ini kita memiliki 7 pasang dermaga. Sebenarnya kita bukan kekurangan kapal, tapi keterbatasan dermaga. Kita ada sekitar 75 lebih, tapi yang bisa beroperasi maksimal hanya 28 karena jumlah dermaga yang terbatas.
Tantangan ke depan adalah penambahan Dermaga 8, 9, hingga 10, meskipun tantangan utamanya adalah ketersediaan lahan, terutama di sisi Merak sebagai pasangannya. Selain itu, kami juga sedang mengkaji skema LDF (Long Distance Ferry) untuk rute jarak jauh, misalnya dari Jawa langsung ke Palembang atau Jakarta ke Bangka Belitung, agar beban di Merak-Bakauheni berkurang.
Kita harus siap karena jika Tol Trans Sumatera sudah tersambung sampai ke Aceh, trafik kendaraan akan meningkat luar biasa pesat, dan kami harus bisa mengakomodir itu.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)