TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Petasan yang dibikin remaja di Dusun Jabon, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, ukurannya sebesar betis orang dewasa.
Nahasnya, saat diracik petasan tersebut meledak.
Salah satu ayah korban, Fatoni mengatakan ukuran petasan yang dibuat terbilang cukup besar.
Fatoni masih tersentak pasca kejadian ledakan petasan menimpa anaknya.
"Ukuran petasannya sebesar betis kaki orangdewasa," katanya, Selasa (10/3/2026).
Fatoni merupakan ayah dari korban berinisial FF. FF terluka ringan akibat terkena ledakan petasan.
"Anak saya terluka di bagian telinga belakang dan leher," ujarnya.
Fatoni tak mengetahui saat sang anak membuat petasan bareng tiga rekannya.
Petasan itu diramu di belakang kandang sapi milik Fatoni.
Sebelumnya, Fatoni sudah melarang sang anak membikin petasan.
"Waktu itu saya tadarusan di langgar (musala) bersama istri. Sehingga tak tahu secara rinci kejadian ini," terangnya.
Baca juga: Suara Ledakan Petasan di Kertosono Nganjuk Menggelegar, Terdengar Hingga Radius 10 KM
Insiden ledakan petasan terjadi di Dusun Jabon, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.
Dalam kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan terluka.
Kejadian ledakan petasan ini berlangsung pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.
Kala itu, ada empat remaja tengah meramu petasan di belakang kandang sapi kawasan setempat.
Petasan itu meledak saat mereka mengisi bahan.
Keempat korban, yakni berinisial AB, SP, MA, dan FF.
Korban masih belia tercatat duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).
Usia korban berkisar 14 tahun. Mereka adalah empat sekawan. Semua warga Dusun Jabon, Desa Drenges.
Tiga dari empat remaja tersebut terluka akibat ledakan petasan yang mereka bikin.
Dua orang terluka berat SP dan AB. Untuk FF luka ringan. Sedangkan, MA selamat tanpa luka.
Awalnya, dua korban luka parah, SP dan AB dilarikan ke klinik terdekat.
Setelahnya, tim medis klinik memutuskan merujuk keduanya ke RSUD Kertosono untuk mendapat penanganan lanjutan. FF rawat jalan.
Polisi telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi. Garis polisi juga terpasang di lokasi kejadian.
(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik