Viral Pelecehan Seksual di KRL, Pihak KCI Tindak Tegas Pelaku dan Dampingi Korban
Latif Ghufron Aula March 10, 2026 09:11 PM

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB tersebut kini tengah dalam penanganan serius.

Pihak KAI Commuter menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelaku kriminalitas, khususnya kekerasan seksual, di lingkungan stasiun maupun di atas kereta.

Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut dan memastikan proses hukum akan dikawal hingga tuntas.

Saat ini, petugas KAI Commuter sedang melakukan penelusuran mendalam untuk mengidentifikasi terduga pelaku.

“Berdasarkan laporan yang diterima, saat ini petugas kami sedang melakukan penelusuran melalui CCTV dan konfirmasi dengan korban," ujar Leza Arlan dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).


Leza menjelaskan, data wajah terduga pelaku akan segera dimasukkan ke dalam sistem database CCTV Analytic.

Teknologi ini mampu mendeteksi wajah pelaku secara otomatis jika kembali mencoba masuk ke area stasiun.

"Selanjutnya (data) akan dimasukkan ke dalam database CCTV analytic yang mana CCTV ini dapat mendeteksi wajah terduga pelaku yang melakukan tindakan kriminalitas,” tegasnya.

Tak hanya sekadar pelacakan, KAI Commuter juga akan memasukkan pelaku ke dalam daftar hitam (blacklist). Selain itu, pihak manajemen berkomitmen memberikan perlindungan penuh kepada korban.

KAI Commuter memastikan akan mendampingi korban untuk melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Tak hanya bantuan hukum, dukungan psikologis juga disiapkan bagi korban.

“KAI Commuter juga akan memberikan pendampingan kepada korban secara psikologis untuk menguatkan korban,” tambahnya.

Lebih lanjut, sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan pengguna, KAI Commuter meminta seluruh penumpang untuk lebih peka terhadap situasi di sekitar mereka.

Masyarakat diharapkan tidak ragu untuk bertindak atau melaporkan jika melihat tindakan mencurigakan atau menjadi korban kekerasan seksual.

"KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk peduli pada situasi sekitar, berani bertindak, berani speak up, atau melaporkan segala bentuk kekerasan seksual kepada petugas," tutup Leza.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.