Alasan Reza Arap Tinggalkan Marathon Terungkap, Sempat Konsultasi ke Psikiater
Tim TribunTrends March 10, 2026 07:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kabar mengejutkan datang dari kreator konten dan musisi Reza Arap.

Pria bernama asli Reza Oktovian itu memutuskan pamit dari program live streaming Marapthon Season 3 yang telah berjalan selama 30 hari.

Keputusan tersebut diumumkan pada Senin (9/3/2026). Dalam momen perpisahan itu, Arap terlihat menyalami para anggota AAA Clan yang selama ini menemaninya dalam siaran maraton tersebut.

Beberapa member yang disalami Arap di antaranya Aloy, Ibot hingga Bravy.

Sebelum benar-benar meninggalkan ruangan, Arap bahkan sempat melambaikan tangan ke arah kamera sebagai tanda perpisahan kepada para penonton.

Hingga kini belum diketahui apakah Arap akan kembali bergabung dalam program tersebut atau tidak.

Baca juga: Reza Arap Mendadak Pamit dari Marapthon, Kondisinya Disebut Sedang Kompleks

Kondisi Reza Arap Diungkap Rekannya

Terkait keputusan Arap untuk pamit dari acara tersebut, rekannya yang akrab disapa Tepe mengungkap kondisi kesehatan mental sang kreator.

Menurut Tepe, Arap didiagnosis mengalami Major Depressive Disorder (MDD) atau gangguan depresi mayor.

"Dia itu didiagnosa major depressive disorder," katanya.

"YB yah, kondisinya cukup komplesk, kita gak bisa nutupi terlalu lama. Arap itu sempat ke psikolog dan psikiater, didiagnosa itu kena depressive disorder, intinya stres lah," tambah Tepe.

Profil Reza Arap (Instagram/ weird.genius)

Melihat kondisi tersebut, tim dan rekan-rekan Arap pun menyarankan agar ia mengambil waktu untuk beristirahat.

"Kalau aku sama Jot, udah bedrest, libur, itu udah omongan profesional," katanya.

Baca juga: Dikuak Reza Arap, Vidi Aldiano Ternyata Ikut Berduka saat Lula Lahfah Meninggal, Kini Menyusul

Percakapan Terakhir dengan Vidi Aldiano

Di tengah kabar tersebut, Arap sebelumnya juga sempat membagikan percakapan pribadinya dengan almarhum Vidi Aldiano.

Dalam pesan tersebut, Vidi menyampaikan rasa belasungkawa kepada Arap yang saat itu tengah berduka setelah kehilangan Lula Lahfah.

"Rap Im so soo so sorry for your loss. Lula baik bgt selalu support gw dan kesehatan gw. She's an angel and I believe she will get her own throne up there. Hang in there buddy (Rap, aku turut sedih atas kesedihanmu. Lula baik banget selalu dukung gw dan kesehatan gw. Dia malaikat dan aku percaya dia akan dapat tempat khusus di sana. Tegar ya buddy)," isi chat Vidi ke Arap.

Arap kemudian membalas pesan tersebut pada 27 Januari 2026.

"Vidi makasih udah perhatian sama gue. Maaf baru bales. Masih berusaha memproses semuanya sampai sekarang. Iya, dia (Lula) banyak ngobrolin soal lo, dia, dia memang malaikat. Makasih sekali lagi, titip doanya ya," balas Arap ke Vidi.

Dalam percakapan itu, Arap juga sempat memberikan semangat kepada Vidi yang saat itu masih berjuang melawan kanker.

Baca juga: Momen Reza Arap Menolak Saat Ayah Lula Lahfah Menyuruh Masuk Rumah Mendiang, Feroz: Orang Baik Nih!

"Lo juga please sehat-sehat. Gue tahu ini kedengerannya basa-basi tapi lu udah melalui banyak hal dan yang sayang lo juga sangat-sangat banyak. Bertahan yah, Vid," ujar Arap.

MARAPTHON - Jejak kehidupan Reza Arap dan gengnya dikuliti warganet, Salah satu yang menjadi sorotan adalah konten bernama Maraphton.
MARAPTHON - Jejak kehidupan Reza Arap dan gengnya dikuliti warganet, Salah satu yang menjadi sorotan adalah konten bernama Maraphton. (kolase Youtube)

"Amiin amin amin, makasih buddy," balas Vidi.

Apa Itu Gangguan Depresi Mayor?

Major Depressive Disorder atau depresi klinis merupakan gangguan kesehatan mental yang memengaruhi suasana hati, perilaku, dan cara berpikir seseorang.

Penderita kondisi ini biasanya mengalami kesedihan berkepanjangan serta kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai.

Baca juga: Reza Arap Ungkap Pesan Terakhir Lula Lahfah yang Bikin Tersentuh

Dilansir dari Cleveland Clinic, gangguan ini juga dapat memengaruhi kualitas tidur, nafsu makan, hingga kemampuan berpikir secara jernih.

Gejala depresi mayor biasanya berlangsung setidaknya selama dua minggu dan dapat muncul hampir setiap hari.

Beberapa gejala yang sering dialami antara lain:

  • Merasa lelah atau tidak berenergi hampir setiap hari
  • Kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Perubahan pola tidur
  • Perasaan bersalah atau tidak berdaya
  • Penurunan atau kenaikan berat badan yang signifikan

Meski termasuk gangguan mental yang serius, kondisi ini dapat ditangani melalui terapi psikologis, obat antidepresan, serta perubahan pola hidup yang lebih sehat.

Banjarmasin Post | TribunTrends.com | Achmad Satrio

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.