Laporan Wartawan TribunAmbon.com
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Gelombang laut yang semakin besar mengakibatkan akses jalan provinsi di Negeri Hatu, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, terputus pada Senin (9/3/2026) sore.
Peristiwa tersebut membuat kendaraan roda empat tidak lagi dapat melintas di jalur utama yang selama ini menjadi penghubung sejumlah desa di wilayah Leihitu Barat.
Salah seorang warga Negeri Hatu, Izak Thomas Mantulameten, mengatakan kondisi ombak mulai membesar sekitar pukul 16.00 WIT hingga akhirnya merusak badan jalan di pesisir pantai.
“Sekitar pukul 16.00 WIT kondisi ombak semakin besar dan mengakibatkan akses jalan provinsi di Negeri Hatu putus,” kata Izak kepada TribunAmbon.com.
Menurutnya, hingga pukul 18.20 WIT gelombang laut masih tinggi sehingga situasi di lokasi belum memungkinkan untuk dilalui kendaraan, khususnya roda empat.
Akibat kerusakan tersebut, mobil tidak dapat melintasi jalur tersebut, sementara kendaraan roda dua pun harus ekstra hati-hati saat mencoba melewati area yang terdampak.
Baca juga: Mudik Gratis Diserbu Warga, Antrean Panjang Terjadi di Kantor Dharma Indah
Baca juga: AMGPM Minta Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Rusak di Hatu Sebelum Lumpuh Total
Satu-satunya Akses Warga Leihitu Barat
Izak menjelaskan, jalan provinsi di Negeri Hatu merupakan jalur utama yang menghubungkan desa-desa di Kecamatan Leihitu Barat dengan wilayah lainnya di Pulau Ambon.
Karena itu, terputusnya akses jalan tersebut langsung berdampak pada aktivitas masyarakat.
“Ini merupakan satu-satunya akses jalan provinsi yang dilewati warga Kecamatan Leihitu Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi ini berpotensi menghambat mobilitas warga, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak
Sebagai mantan Ketua Cabang AMGPM Cabang Gideon I Jemaat GPM Hatu, Izak berharap pemerintah segera turun tangan menangani kerusakan tersebut.
Ia meminta perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Maluku maupun Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah agar akses jalan tersebut bisa segera diperbaiki.
“Kami berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah agar segera ada tindakan secepatnya,” kata Izak.
Warga khawatir jika kondisi gelombang tinggi terus terjadi, kerusakan jalan akan semakin parah dan menyebabkan akses transportasi di wilayah Leihitu Barat lumpuh total.