TRIBUN-TIMUR.COM - Bulan Ramadhan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah.
Salah satu amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam hari adalah sholat Tarawih.
Sholat Tarawih memiliki berbagai keutamaan, bahkan diyakini setiap malam di bulan Ramadan memiliki fadhilah tersendiri bagi mereka yang menunaikannya dengan penuh keikhlasan.
Hari ini, Selasa (10/3/2026), umat Islam sudah memasuki hari ke-20 Ramadan dan akan melaksanakan Sholat Tarawih malam ke-21 Ramadhan.
Pada periode inilah umat Muslim dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah.
Malam ke-21 juga menjadi penanda semakin dekatnya malam Lailatul Qadar, malam yang disebut dalam Al-Qur’an lebih baik dari seribu bulan.
Oleh karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak sholat, doa, serta amalan kebaikan lainnya.
Baca juga: Keutamaan Sholat Tarawih Malam ke-20 Ramadhan: Pahala Setara Orang yang Mati Syahid
Keutamaan Sholat Tarawih Malam ke-21 Ramadhan
Berdasarkan kitab Durratun Nashihin karangan Syekh Utsman Ibn Hasan Ibn Ahmad Asy-Syakir al-Khaubawiyyi, fadhilah Sholat Tarawih malam ke-21 Ramadhan sebagai berikut:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْحَادِيَةِ وَالْعِشْرِيْنَ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ مِنَ النُّوْرِ
Artinya: Pada malam kedua puluh satu, Allah akan membangun rumah di surga yang terbuat dari cahaya untuknya.
Umat Islam yang mendirikan sholat tarawih pada malam ke-21 Ramadhan akan mendapatkan balasan istimewa berupa rumah di surga yang bercahaya.
Rumah di sini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan lambang dari kemuliaan dan kenikmatan yang abadi di sisi Allah.
Dalam Islam, cahaya sering dikaitkan dengan petunjuk, keberkahan, dan kedekatan kepada Allah.
Hal ini membuktikan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya yang taat beribadah.
Dalam ajaran Islam pada malam Lailatul Qodar Rasulullah Saw memulai beri’tikaf.
I’tikaf berarti berdiam diri di masjid sebagai ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan di setiap waktu dan diutamakan pada bulan suci Ramadhan.
Namun, lebih dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadr di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Doa Setelah Sholat Tarawih
Adapun sholat Tarawih memiliki keistimewaan yang luar biasa, sebagaimana disebutkan dalam hadis:
"Barang siapa yang melaksanakan salat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadis ini, diketahui bahwa sholat Tarawih bukan hanya sekadar ibadah biasa, tetapi juga menjadi jalan menuju pengampunan dosa.
Usai pelaksanaannya pun dianjurkan juga untuk membaca doa setelah sholat Tarawih, agar menambah kekhusyukan dan menyempurnakan ibadah yang telah dilakukan.
Selengkapnya, inilah bacaan doa setelah sholat Tarawih selama bulan Ramadhan yang dikutip dari baznas.go.id.
اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Artinya: “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban- kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat , yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.".
(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)