SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Wakil Bupati (wabup) Mojokerto, M Rizal Octavian, secara resmi mengukuhkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Tahun 2026.
Langkah strategis ini diambil, sebagai upaya memperkuat dan mempercepat penanganan situasi darurat serta kebencanaan di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim).
Wabup Rizal menegaskan, bahwa BPBD Kabupaten Mojokerto beserta seluruh potensi relawan merupakan garda terdepan dalam menjaga keselamatan masyarakat saat terjadi musibah.
Pengukuhan TRC BPBD ini, dilakukan secara simbolis dengan pemakaian helm rescue oleh Wabup Rizal di Kantor BPBD Kabupaten Mojokerto, Selasa (10/3/2026).
Menurut Rizal, keberadaan TRC sangat krusial mengingat tantangan kebencanaan yang semakin kompleks dan membutuhkan koordinasi lintas sektor.
"Damkarmat dan BPBD bukan hanya pemadam api, tetapi juga pahlawan kemanusiaan yang selalu siaga dalam berbagai operasi penyelamatan," tegas Rizal.
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menambahkan bahwa TRC BPBD Mojokerto dibentuk untuk menjawab tantangan bencana yang seringkali sulit diprediksi.
Tim ini terdiri dari unsur gabungan yang memiliki kompetensi khusus, antara lain:
Bersamaan dengan pengukuhan TRC, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto juga merayakan HUT Damkarmat ke-107 dengan tema "Mengabdi untuk Keselamatan Negeri".
Momentum ini difokuskan pada peningkatan profesionalisme personel, serta modernisasi peralatan rescue agar lebih responsif terhadap laporan masyarakat.
Rinaldi mengimbau seluruh pegiat sosial dan petugas di bawah naungan BPBD, untuk selalu mengedepankan kepentingan publik dalam bertugas.
Kabupaten Mojokerto secara geografis memiliki kerawanan bencana yang beragam, mulai dari banjir luapan di wilayah rendah hingga tanah longsor di kawasan lereng gunung.
Pembentukan TRC BPBD Mojokerto, merupakan implementasi dari Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) daerah untuk memangkas waktu respons (response time) di bawah 15 menit saat terjadi keadaan darurat.
Sejarah Damkar Indonesia sendiri dimulai sejak 1919, dan di usia ke-107 ini, integrasi dengan BPBD melalui TRC menjadi standar baru dalam pelayanan penyelamatan di Jawa Timur.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kejadian darurat melalui call center BPBD atau Damkarmat Mojokerto.
Pastikan lingkungan sekitar memiliki drainase yang baik untuk mencegah banjir, serta simpan nomor-nomor penting penyelamatan di ponsel Anda sebagai langkah preventif awal.