TRIBUNJAKARTA.COM - Politikus PDI Perjuangan Ferdinand Hutahaean mengkritik ucapan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai kondisi ekonomi Indonesia saat ini, Selasa (10/3/2026).
Purbaya menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tidak mengalami resesi. Justru sebaliknya, ekonomi Indonesia sedang berekspansi dan berakselerasi.
"Ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian dan boro-boro krisis. Jangankan krisis, resesi saja belum, melambatnya saja belum, kita masih ekspansi, masih akselerasi,"
kata Purbaya setelah meninjau pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Ucapan Purbaya tersebut mendapatkan respon dari Ferdinand Hutahaean. Ia tertawa mendengar pernyataan tersebut.
"Purbaya menggambarkan bahwa saat ini kita tidak terjadi masalah boro-boro krisis katanya resesi aja belum. Ha ha ha Purbaya ini memiliki kepercayaan diri tinggi yang luar biasa," kata Ferdinand dikutip dari akun Youtube @Sosialis TV, Selasa (10/3/2026).
Ferdinand menilai baik seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Namun, ia mengingatkan kepercayaan diri itu bukan untuk mengakibatkan negara ambruk.
Ia mengingatkan bahwa kondisi nyata Indonesia saat ini sedang tidak baik. Ferdinand menuturkan Purbaya seharusnya mengakui bahwa Indonesia sedang tidak baik saat ini.
"Jangan menyebar optimisme. Seolah-olah Indonesia ini aman-aman saja. Seolah-olah Indonesia ini tidak terganggu dengan kondisi geopolitik global yang mengacaukan saat ini. Pernyataan-pernyataan Anda, saya perhatikan terlalu over promise dan janji yang luar biasa," kata Ferdinand.
"Ini yang membuat saya semakin kaget dan semakin heran dengan Anda. Anda ini sebetulnya makhluk dari mana? Kalau negara dalam kondisi tidak baik-baik, tetapi Anda merasa sekarang tidak ada masalah, semuanya baik-baik saja," kata Ferdinand.
"Dan Anda berani berkata, boro-boro krisis, resesi aja belum. Bukankah kita telah mengalami perlambatan ekonomi?" imbuh Ferdinand.
Ferdinand mengungkapkan APBN Februari 2026 telah defisit Rp 135 Triliun.
Seharusnya, kata Ferdinand, Purbaya bekerja keras mencari jalan keluar dari kondisi saat ini.
"Belum lagi percaya diri Anda itu luar biasa tinggi mengatakan kita sudah tahu 98 kenapa 2008, 2020 kita keluar. Masalahnya pada saat itu menteri keuangannya bukan Anda," tegas Ferdinand.
Ferdinand mengatakan Indonesia dapat keluar dari krisis ekonomi era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono saat Menteri Keuangan dijabat Sri Mulyani.
Lalu pada tahun 2020 era Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi, Menteri Keuangan masih dipegang Sri Mulyani.
"Dan kebijakan Sri Muliani itu yang Anda pandang salah selama ini. Berkali-kali statement Anda menyatakan Sri Mulyani itu salah meskipun Anda tidak pernah menyebut nama Sri Mulyani," katanya.
"Tetapi ketika Anda mengklaim bahwa 2008 dan 2020 kita selamat dari krisis global itu kan adalah karena tangan Suri Mulyani bukan tangan Anda. Nah, sekarang Anda mau apa dengan krisis ekonomi global ini? Kondisi yang tidak baik-baik di global ini, Anda mau apa?" sambungnya.
Ferdinand mengaku belum pernah mendengar Purbaya menyampaikan langkah strategis taktis Kementerian Keuangan dalam menghadapi situasi global yang tidak baik-baik saja.
Menurut Ferdinand, pernyataan Purbaya selama ini hanya optimisme berlebihan yang digaungkan ke publik.
"Tetapi kita tidak melihat dan mendengar langkah strategis taktis apa yang Anda akan lakukan menghadapi semua ini. Menjaga keseimbangan moneter dan fiskal. Fiskal kita sekarang tertekan luar biasa. Anda bahkan menghambur-hamburkan uang dari Bank Indonesia ke Bank Himbara dengan asumsi bahwa uang harus disebar supaya ekonomi tumbuh. Itu kan ilmu cetek namanya," jelas Ferdinand.
Ia mengungkapkan gangguan ekonomi semisal nilai tukar Rupiah mencapai Rp 17 ribu terhadap Dollar Amerika. Kemudian bursa saham anjlok.
"Anda masih mengatakan bahwa semuanya tidak ada masalah. Baik-baik saja. Tidak ada pelambatan, tidak ada resesi, tidak ada krisis. Anda ini mau apa sebetulnya? Wahai saudara Purbaya, kita ini ingin mendengar karena dunia usaha akan percaya kepada pemerintah, kepada negara ketika Anda mampu memaparkan langkah-langkah strategis taktis untuk menanggulangi persoalan ekonomi dan keuangan yang ada," tuturnya.
Ia mencontohkan semisal Purbaya tegas memotong anggaran MBG untuk menutupi lubang lain. Lalu melakukan penghematan.
"Itu yang harusnya dilakukan langkah-langkah strategis, taktis supaya dunia usaha ini percaya bahwa Indonesia memiliki jalan keluar dari persoalan. tidak hanya menebar optimisme. Anda bukan seorang Mario Teguh yang hanya menumpukan optimisme-optimisme," kata Ferdinand.
"Anda itu Menteri Keuangan yang bertanggung jawab keselamatan perjalanan keuangan perekonomian negara ini. Jadi pasar itu menunggu statement Anda secara jernih, clear, tegas tentang langkah-langkah strategi staktis apa yang akan dilakukan pemerintah menghadapi situasi global ini," tutup Ferdinand.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara perihal anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Purbaya menyebut, pelemahan nilai tukar rupiah dan IHSG berdasarkan pandangan negatif dari ekonom mengenai ekonomi Indonesia tak sesuai kondisi yang ada.
"Rupiah 17.000, IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah mulai resesi, seperti 1998 lagi ya gitulah daya beli sudah hancur. Tidak seperti itu," ucap Purbaya setelah meninjau pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Oleh karena itu, Purbaya menyatakan bahwa investor tak perlu khawatir karena pemerintah menjaga fondasi ekonomi Indonesia dengan baik.
Menurutnya, pemerintah sudah berpengalaman menangani sejumlah krisis ekonomi yang pernah terjadi.
"Kita sudah tahu krisis 1998 apa penyebabnya. Kita terapkan di 2008-2009 ketika global jatuh kita tumbuh bagus kan. 2020 kita jaga juga ekonominya dengan kebijakan yang pas. Jadi teman-teman enggak usah takut," ungkapnya.
Baca juga: Respon Purbaya Yudhi Sadewa Soal Dolar Tembus Rp17 Ribu, Tubuh Kurus dan Rambut Berantakan Disorot
Baca juga: Polemik Dwi Sasetyaningtyas: Tere Liye Kritik Respons ‘Lebay’, Menkeu Purbaya Blacklist Alumni LPDP
Baca juga: Tyas dan Suami Diblacklist, Putra Purbaya Tegas Kasus LPDP Lebih Parah Dibanding Korupsi: Durhaka!