TRIBUNTRENDS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah paket makanan yang dikirim ke sekolah ditolak karena berisi ikan lele mentah.
Peristiwa tersebut terjadi di SMAN 2 Pamekasan. Pihak sekolah menolak sebanyak 1.022 porsi menu MBG yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) As-Salman Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu.
Penolakan dilakukan setelah ditemukan ikan lele mentah dalam paket makanan tersebut. Bahkan, beberapa ikan dilaporkan masih hidup saat berada di dalam kotak makanan.
Menu tersebut merupakan jatah makanan siswa untuk beberapa hari ke depan, termasuk distribusi yang dijadwalkan mulai Selasa hingga Rabu.
Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh Arifin, mengatakan pihak sekolah sengaja menolak paket makanan tersebut karena dinilai tidak layak diberikan kepada siswa.
Ia menjelaskan bahwa ikan lele yang berada dalam kotak makanan masih mentah dan mengeluarkan bau amis yang cukup menyengat.
Selain itu, dalam satu paket makanan tersebut hanya terdapat dua potong tahu dan dua potong tempe yang ditempatkan bersama lele mentah.
Menurut Arifin, kondisi tersebut berpotensi membuat makanan cepat rusak dan membahayakan kesehatan siswa apabila tetap dibagikan.
Ia juga menilai ikan mentah yang dicampur dengan bahan makanan lain bisa menyebabkan tempe dan tahu ikut tercemar.
Pihak sekolah khawatir makanan tersebut tidak akan dimakan oleh siswa dan justru berpotensi mencemari lingkungan sekolah jika dibuang.
Menanggapi viralnya video tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang memberikan penjelasan terkait menu yang dipermasalahkan.
Menurutnya, video yang beredar di media sosial hanya menampilkan sebagian isi paket makanan sehingga menimbulkan persepsi yang tidak utuh.
Ia menjelaskan bahwa menu yang disiapkan oleh SPPG sebenarnya terdiri dari beberapa komponen makanan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Menu tersebut antara lain lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga.
Namun dalam video yang viral, hanya terlihat sebagian menu karena paket makanan tidak dikeluarkan dari kendaraan distribusi setelah ditolak pihak sekolah.
Ahli gizi dari SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa penggunaan lele dalam menu MBG telah melalui pertimbangan tertentu.
Ia menyebut lele yang digunakan sebenarnya merupakan lele marinasi, yang dipilih untuk menjaga kandungan gizi sekaligus meningkatkan asupan protein bagi penerima manfaat.
Menurutnya, proses marinasi juga membuat ikan dapat bertahan hingga satu hari sebelum diolah.
SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan sendiri diketahui melayani sekitar 3.329 penerima manfaat di wilayah tersebut.
Penerima manfaat program ini tidak hanya siswa sekolah, tetapi juga mencakup tenaga pendidik, anak usia dini, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di wilayah Pamekasan.
Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad