Gunung Tambora Naik Jadi Waspada, Warga Diminta Tak Masuk Radius 3 Km
GH News March 11, 2026 03:08 AM
Jakarta -

Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat (NTB) dari level I (normal) menjadi level II (waspada). Warga diminta untuk tak beraktivitas di dalam radius 3 kilometer (km) dari pusat gunung.

Kenaikan aktivitas gunung Tambora dari level normal menjadi waspada berdasarkan laporan khusus nomor: 525 ..Lap /GL.03/BGL/2026 yang dikeluarkan Badan Geologi Kementerian ESDM.

"Gunung api Tambora secara administratif berada di wilayah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, NTB, menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik," kata Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dilansir detikBali, Rabu (11/3/2026).

Lana menjelaskan peningkatan aktivitas ini terutama ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah kejadian kegempaan yang berasosiasi dengan proses pergerakan magma dari kedalaman menuju kantong magma di bawah tubuh gunung api. Berdasarkan data pemantauan kegempaan, pada Januari 2026 tercatat ada 267 kejadian gempa vulkanik dalam (VA).

"Pada bulan Februari 2026 jumlah kejadian gempa vulkanik dalam meningkat cukup signifikan menjadi 453 kejadian," jelas dia.

Peningkatan jumlah gempa vulkanik dalam ini, lanjut dia, mengindikasikan adanya peningkatan tekanan fluida magmatik serta suplai magma dari kedalaman menuju sistem magma yang lebih dangkal di bawah Gunung Tambora. Data kegempaan pada periode 1-9 Maret 2026 juga menunjukkan aktivitas seismik yang masih cukup intensif.

Baca selengkapnya di sini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.