Manajemen Persija Sudah Tegur Allano Lima agar Tidak Sering Dapat Kartu Kuning, Tapi Tidak Mau Terlalu Mengekang
Mochamad Hary Prasetya March 11, 2026 08:33 AM

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Allano Lima (kiri) sudah ditegur manajemen Persija Jakarta jangan sampai sering mendapatkan kartu kuning

BOLASPORT.COM - Pemain Persija Jakarta, Allano Lima, sering mendapatkan kartu kuning di Super League 2025/2026.

Manajemen Persija sudah beberapa kali memberikan teguran kepada pemain asal Brasil tersebut.

Teguran itu sebagai pengingat bahwa Allano Lima merupakan pemain yang paling banyak mendapatkan kartu kuning.

Sampai pekan ke-24 Super League 2025/2026, Allano Lima sudah mendapatkan 12 kartu kuning.

Ia pun terpaksa sudah absen dalam tiga pertandingan Persija melawan Persik Kediri, Arema FC, dan Malut United.

Terdekat, Allano Lima absen membela Persija melawan Dewa United pada pekan ke-25 Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium (JIS), Sunter, Jakarta Utara, Minggu (15/3/2026).

Tanpa Allano Lima, tentu saja merugikan Persija.

Maka dari itu, Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, berharap Allano Lima bisa lebih bersabar.

Bepe sapaan akrabnya mengakui bahwa Allano Lima merupakan pemain berkualitas di Persija.

Tercatat, ia sudah menerima penghargaan pemain terbaik dalam satu pertandingan sebanyak tujuh kali.

Namun sayangnya, Allano Lima mempunyai karakter yang sangat ekspresif di lapangan.

Terkadang, ia suka terlihat cekcok dengan pemain lawan sehingga berujung kartu kuning.

"Kita tahu Allano Lima pemain yang sangat berkualitas."

"Tapi secara kepribadian dia memang agak unik."

 

"Setiap pemain bintang biasanya punya kontroversinya masing-masing,” kata Bepe kepada awak media termasuk BolaSport.com

Allano Lima persis seperti karakter pemain Brasil yang sangat menikmati sepak bola.

Hal itu membuatnya bermain dengan emosi dan ekspresi yang tinggi saat berada di lapangan.

"Orang-orang Brasil itu sangat menikmati sepak bola. "

"Mereka bermain dengan ekspresi, dengan emosi. Allano Lima juga seperti itu,” ujarnya.

Bepe mengungkapkan bahwa dirinya sudah beberapa kali berbicara langsung dengan pemain bernomer punggung 17 itu agar lebih tenang saat bertanding.

Bahkan setelah pertandingan terakhir, ia kembali mengingatkan pemain berusia 29 tahun tersebut.

"Kami sudah berkali-kali bilang dia harus lebih calm down."

"Setelah pertandingan kemarin saya juga bilang, ‘Allano, hati-hati.’ Dia jawab ‘yes, yes, yes’."

"Tapi karena dia sangat ekspresif, kadang-kadang itu lepas,” tutur Bepe.

Meski begitu, manajemen Persija juga tidak ingin terlalu mengekang sang pemain.

Menurut Bepe, terlalu banyak aturan justru bisa membuat pemain kehilangan kebebasan bermain dan tidak mampu mengeluarkan performa terbaiknya.

"Kalau pemain terlalu banyak aturan di kepalanya, dia jadi tidak fokus bermain. Itu juga tidak bagus buat tim,” katanya.

Namun Bambang menegaskan persoalan tersebut tetap menjadi perhatian manajemen.

Sebab, berpotensi merugikan tim jika terus berulang.

Apalagi Persija tengah berburu gelar juara Super League 2025/2026.

Masih ada 10 pertandingan tersisa yang akan dihadapi Persija.

"Sekali lagi saya setuju harus ada solusi. Karena ini cukup merugikan tim dan kita sudah berkali-kali menyampaikan itu."

"Sekarang tinggal bagaimana kita lebih intens lagi ngobrol dengan Allano untuk mencari formula terbaik,” ujar Bepe.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.