Harga Minyak Dunia Naik, Menkeu Purbaya Sebut Belum Mengganggu, Rocky Gerung: Asal Prabowo Senang
ninda iswara March 11, 2026 08:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengenai lonjakan harga minyak mentah dunia.

Purbaya sebelumnya menyebut bahwa harga minyak mentah yang sempat menembus 113 dolar Amerika Serikat (AS) per barel belum menunjukkan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi domestik.

Menanggapi hal itu, Rocky menilai ucapan Purbaya seolah memberi kesan optimistis.

"Tapi itu kan optimisme yang palsu," ujar Rocky Gerung, dikutip dari akun YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (10/3/2026).

Ia menekankan pentingnya membedakan antara data makro dan mikro.

Menurutnya, meskipun data makro terlihat positif, belum tentu kondisi mikro juga sehat.

"Tapi kalau mikronya bagus pasti makronya bagus. Kan begitu cara membaca statistik kaitan makro-mikro di dalam upaya melihat daya tahan ekonomi kita," jelas Rocky.

Baca juga: Kritik Rocky Gerung ke Menkeu Purbaya di Tengah Ambrolnya Nilai Tukar Rupiah: Bersiap yang Terburuk

Rocky kemudian menyinggung sejumlah pernyataan dari para menteri, yang menurutnya berkaitan erat dengan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"Kita ingin meletakkan ini supaya ada kejujuran dari menteri-menteri yang kadang kala berbohong pada presiden, kadang kala hanya ingin ya asal Prabowo senang itu APS itu," ungkapnya.

Ia pun mengakui sulitnya menilai apakah kabinet saat ini bekerja secara profesional atau sekadar diisi oleh “pasukan pencari nafkah” yang lahir dari kebiasaan partai politik.

Dalam pandangannya, membangun kepercayaan publik tampak masih menjadi tantangan besar.

Apalagi, Presiden Prabowo Subianto saat ini menghadapi tekanan terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden AS Donald Trump, yang menurut Rocky dianggap salah arah.

"Sebetulnya dari awal yang harusnya sekarang direvisi justru karena Indonesia tidak mampu untuk ikut dalam konsep perdamaian dunia karena eskalasi di Timur Tengah itu sudah beyond the call of Indonesia military duty itu melampaui semua hal yang bisa dibebankan pada penugasan TNI," ujarnya.

Rocky menekankan pentingnya Presiden Prabowo memberikan penjelasan langsung kepada publik mengenai tantangan yang tengah dihadapi Indonesia.

"Terutama secara politik mulai terlihat kasa kusuk di kalangan elite untuk mengambil keuntungan dari potensi krisis ini," katanya.

Selain itu, Rocky juga mengingatkan soal risiko krisis dan tekanan ekonomi yang bisa muncul akibat dinamika global.

Ia menilai, Indonesia sejak satu dekade terakhir menanggung berbagai ketidakpastian global yang terus menumpuk.

Baca juga: Minyak Mentah Melonjak, Menkeu Purbaya Buka Peluang Naikkan Harga BBM, Ekonom Sarankan Pangkas MBG

MINYAK DUNIA MELONJAK - Menkeu Purbaya klaim kenaikan harga minyak mentah dunia belum mengganggu, Rocky Gerung sebut hanya menyenangkan presiden
MINYAK DUNIA MELONJAK - Menkeu Purbaya klaim kenaikan harga minyak mentah dunia belum mengganggu, Rocky Gerung sebut hanya menyenangkan presiden (Kolase TribunTrends/Instagram MenkeuRI)

Belum Ganggu Aktivitas Ekonomi 

Sementara itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, harga minyak mentah dunia yang sempat menembus 113 dolar Amerika Serikat (AS) per barel belum memberi efek terhadap aktivitas ekonomi di dalam negeri.

"Saya belum melihat gangguan dari aktivitas ekonomi dalam negeri gara-gara harga (minyak) yang naik tinggi, tapi kan baru sebentar," ucapnya setelah meninjau aktivitas di pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Purbaya pun meminta semua pihak untuk tidak buru-buru menyimpulkan bahwa harga minyak akan terus tinggi hingga memengaruhi tingkat harga di dalam negeri.

"Jadi teman-teman yang lain jangan cepat-cepat memastikan atau menyimpulkan harga (minyak) akan 100 (dolar AS) terus. Bahkan ada yang bilang menuju 150 (dolar AS) dan kita anggarannya akan enggak kuat. Tapi hitungan kita akan assess terus dari waktu ke waktu," tutur Purbaya.

Sebagai informasi, krisis di Selat Hormuz telah memicu gejolak pasar energi global. 

Pada perdagangan Senin (9/3/2026), harga minyak mentah Brent melesat 23 persen menjadi 114,36 dollar AS per barel. 

Ini merupakan lonjakan harian terbesar sejak setidaknya tahun 1988. 

Sementara itu, minyak mentah AS juga ikut melonjak 27 persen ke level 115,11 dollar AS per barel.

Lonjakan ekstrem ini terjadi setelah pada pekan sebelumnya Brent sudah mencatatkan kenaikan sekitar 28 persen.

(TribunTrends/TribunJakarta)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.