TRIBUN-MEDAN.COM, PEMATANGSIANTAR-Pagi yang cerah menyelimuti Markas Polres Pematangsiantar, Selasa (10/3/2026).
Di Aula Widya Satya Brata, sejumlah pejabat dari berbagai instansi berkumpul dalam satu forum.
Di ruang itulah Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak memimpin rapat koordinasi lintas sektoral untuk mematangkan persiapan Operasi Ketupat Toba 2026.
Agenda tahunan ini menjadi bagian penting dari upaya pengamanan menjelang arus mudik, perayaan Idul Fitri, hingga arus balik Lebaran.
Pertemuan itu mempertemukan unsur pemerintah daerah, TNI, kepolisian, serta lembaga pelayanan publik yang berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat.
Wakapolres Kompol Budiono Saputro duduk mendampingi Kapolres. Pemerintah Kota Pematangsiantar diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Zainal Siahaan, sementara unsur militer hadir melalui Pasi Intel Kodim 0207/Simalungun Kapten Infanteri Ongki Siregar.
Di barisan peserta juga tampak Kepala Dinas Perhubungan Daniel Siregar, perwakilan Pertamina, PLN UP3 Pematangsiantar, Dinas PUPR, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta jajaran pejabat utama Polres Pematangsiantar.
Satu per satu instansi menyampaikan kesiapan mereka. Kabag Ops dan Kasat Lantas Polres Pematangsiantar memaparkan strategi pengamanan serta pengaturan lalu lintas selama masa mudik.
Paparan kemudian disusul oleh Kasat Lantas Polres Simalungun, Dinas Perhubungan, hingga perwakilan Pertamina dan PLN yang menjelaskan kesiapan pasokan energi.
Bahkan pihak Hutama Karya turut memaparkan kondisi infrastruktur yang berkaitan dengan akses jalan yang berpotensi dilalui pemudik.
Di hadapan peserta rapat, Kapolres menegaskan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar agenda rutin kepolisian.
Ia menyebut operasi tersebut sebagai operasi kemanusiaan yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi unsur yang tak terpisahkan.
Menurutnya, pertemuan seperti ini penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi yang terlibat dalam pengamanan Idul Fitri.
Sejumlah titik strategis menjadi fokus perhatian. Kapolres menyoroti pentingnya pengamanan di objek-objek vital seperti gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, hingga tempat wisata yang biasanya mengalami lonjakan pengunjung selama libur Lebaran.
Di sisi lain, jalur lalu lintas seperti akses tol dan ringroad juga masuk dalam peta pengawasan karena berpotensi menjadi titik kemacetan maupun rawan kecelakaan.
Persoalan infrastruktur turut mendapat sorotan. Kapolres meminta Dinas PUPR segera memperbaiki ruas jalan yang mengalami kerusakan, khususnya pada jalur yang berpotensi dilalui arus mudik dan arus balik.
Upaya itu dianggap penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Ia juga menyinggung perlunya pengamanan maksimal saat pelaksanaan Sholat Idul Fitri agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan tertib.
Di tengah pembahasan yang cukup panjang, satu isu lain turut mengemuka perlintasan kereta api tanpa palang pengaman. Kapolres meminta instansi terkait meningkatkan pengawasan di lokasi-lokasi tersebut untuk mencegah potensi kecelakaan.
Bagi Sah Udur, keberhasilan Operasi Ketupat tidak hanya diukur dari kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga dari kemampuan semua pihak menjaga keselamatan masyarakat selama masa mudik hingga arus balik Lebaran.(Jun-tribun-medan.com).