SURYA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membuka kembali kawasan Hi Tech Mall, di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya, Jawa Timur.
Sebelum dibuka, Pemkot Surabaya melakukan revitalisasi di kawasan tersebut.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bahkan meninjau langsung progres revitalisasi kawasan Hi Tech Mall Surabaya, Selasa (10/3/2026).
Pria yang akrab disapa Cak Eri itu memastikan area basement akan segera beroperasi.
Cak Eri optimistis pusat perbelanjaan legendaris di jantung Kota Pahlawan ini siap dibuka kembali sebagai creative hub mulai Mei 2026 mendatang.
Pembukaan ini merupakan tahap awal dari transformasi total gedung tersebut.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana melakukan peresmian secara bertahap, dimulai dari lantai bawah yang difokuskan untuk aktivitas anak muda.
Setelah basement tuntas, pengerjaan akan berlanjut ke lantai-lantai di atasnya.
Hi Tech Mall akan kembali hadir dengan konsep baru.
Gedung tersebut kini tidak hanya menjadi pusat penjualan perangkat komputer, tetapi akan alih fungsi menjadi ruang multifungsi yang mengintegrasikan bisnis dan komunitas.
Berikut adalah rencana pembagian fungsi tiap lantai di Hi Tech Mall Surabaya:
Eri Cahyadi menjelaskan, area basement sengaja dirancang untuk menghidupkan ekosistem anak muda.
Sejumlah lembaga seperti Rumah Bahasa juga akan dipindahkan ke lokasi ini, agar aktivitas edukasi semakin semarak.
Demi mendorong minat pelaku usaha dan komunitas, Wali Kota Cak Eri memberikan kebijakan khusus.
“Insya Allah kami gratiskan dulu sekitar enam bulan supaya anak-anak muda bergerak dulu dan tempat ini bisa hidup,” ujar Cak Eri di sela-sela inspeksi bangunan.
Baca juga: Rebranding Hi-Tech Mall Surabaya, Pemkot Gratiskan Sewa Stan 6 Bulan untuk Anak Muda
Ia juga meminta tim arsitek untuk memperhatikan detail interior agar lebih kekinian. Penggunaan warna terang dan sistem sirkulasi udara (AC) yang prima, menjadi syarat mutlak kenyamanan pengunjung di area basement.
Hi-tech Mall Surabaya menjadi pertokoan komputer dan barang elektronik paling terkenal di era tahun 2000-an.
Tempat tersebut menjadi jujukan warga Surabaya yang hendak berburu komputer, laptop, maupun aksesorisnya.
Lambat laun, konsumen Hi Tech Mall tidak hanya berasal dari Surabaya, melainkan dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Tak heran, Hi-Tech Mall kerap dijuluki Pasar IT terbesar seluruh Jawa Timur.
Namun seiring perkembangan era, popularitas mall IT itu mulai meredup bersamaan dengan mulai munculnya era Gadget yang lebih ringkas.
Penggunaan komputer dan laptop tergeser.
PT Sasana Boga, pemegang hak guna usaha gedung Hi Tech Mall memilih tidak memperpanjang haknya yang berakhir pada 31 Maret 2019 depan.
Mall empat lantai yang semua lantai itu dikembalikan ke Pemkot Surabaya setelah 30 tahun beroperasi.
"Pemkot akan mengambil alih Hi-Tech Mall setelah gedung diserahkan. Selanjutnya akan jadi sentra UKM dan gedung kesenian," kata Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya, Maria Ekawati Rahayu, kepada SURYA.CO.ID pada 26 Februari 2019 lalu.
Berdasarkan perjanjian dengan Pemkot Surabaya, gedung ini dibangun oleh pihak ketiga.
Pada 31 Maret 1989 lalu, izin guna usahanya diserahkan pada PT Sasana Boga.
Proses menuju penyerahan gedung Hi-Tech mall kepada Pemkot tengah berlangsung. Termasuk rencana mengosongkan gedung sebelum diserahkan ke pemkot.
Keputusan ini tampaknya tak disetujui semua pihak.
Ratusan pedagang pun nekat turun ke jalan geruduk balai kota Surabaya, Selasa (26/2/2019), demi tetap mendapat izin berdagang di tempat yang sama.
Pada saat itu, ada 535 pedagang di Hi-Tech Mall yang mempekerjakan banyak orang.
Jumlah stan atau kios di gedung tersebut sekitar 350.
Tercatat, ratusan pedagang Hitech Mal tersebut mulai menempati mal IT itu sejak tahun 1990-an.
Mereka menyewa setiap stan atau kios dengan harga sewa (investasi) antara Rp 15 juta - Rp 50 juta untuk area stan berukuran 3x4 meter semasa itu.
Semula, di tahun 1990-an, gedung ini bernama Mega Mal dan baru pada 2000-an berubah menjadi Hitech Mall.
Geliat mal IT ini mulai berkurang.
Bahkan ada sejumlah pedagang yang sudah mendapat tawaran menempati stan gedung lain, yang masih di bawah pengelolaan Sasana Boga.
Para pedagang sudah mengetahui bahwa Pemkot akan mengambil alih Hitech Mall karena atas berakhirnya masa pengelolaan.
===
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.
Klik di sini untuk untuk bergabung