Tribunlampung.co.id, Medan - Identitas jasad perempuan yang ditemukan dalam boks kontainer plastik di Jalan Menteng VII, Gang Seroja 3, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (10/3/2026).
Korban bernama Rahmadani boru (br) Siagian (20), warga Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).
Ia diketahui merantau ke Kota Medan untuk bekerja dan mencari nafkah.
Menurut keterangan keluarga, selama berada di Medan Rahmadani bekerja di salah satu toko ponsel.
Ia juga tinggal bersama orangtua sambung dan saudara tirinya di kota tersebut.
Namun dalam beberapa hari terakhir, Rahmadani diketahui tidak masuk kerja.
Bos tempatnya bekerja bahkan sempat mencoba menghubunginya, tetapi nomor telepon Rahma tidak lagi aktif.
Karena khawatir, pihak tempat kerja kemudian mencoba menghubungi keluarga korban di kampung halaman.
Kabar duka baru benar-benar diketahui keluarga pada Selasa sore, setelah polisi memastikan identitas jenazah tersebut.
Kerabat korban, Nurma Siagian, mengaku sangat terpukul saat mendengar kabar tersebut.
“Selama di Medan dia kerja di toko ponsel. Kami baru dapat kabar sore ini dan sangat syok,” ujarnya.
Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan jenazah wanita tanpa busana di Jalan Menteng VII, Gang Seroja 3, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Selasa (10/3/2026).
Korban ditemukan dalam kondisi tragis. Jenazahnya dimasukkan ke dalam boks kontainer plastik dan dibuang di area perladangan milik warga.
Sebelum penemuan itu menghebohkan warga, sejumlah orang yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi sempat melihat dua pria datang ke area ladang tersebut dengan sepeda motor.
Salah satu dari mereka bahkan disebut mengenakan jaket ojek online (ojol).
“Tadi banyak warga yang bilang ada yang lihat dua orang naik kereta (sepeda motor), satunya pakai pakaian ojol,” ujar seorang warga, Suardi.
Menurut warga, kedua pria tersebut datang berboncengan dengan sepeda motor dan melaju cukup kencang.
Setelah tiba di lokasi, mereka diduga menurunkan boks kontainer tersebut lalu segera meninggalkan tempat kejadian.
“Berdua boncengan, kencang tadi orang itu,” katanya.
Setelah kabar penemuan jenazah menyebar, warga sekitar langsung berkerumun di lokasi untuk melihat langsung kondisi korban.
Rasa penasaran warga semakin besar ketika tim kepolisian datang melakukan penyelidikan awal di lokasi kejadian.
Bahkan, petugas sempat sedikit kewalahan karena banyaknya warga yang terus mendekati titik penemuan mayat.
Padahal, polisi membutuhkan ruang yang cukup luas untuk melakukan penanganan awal di lokasi.
“Agak mundur lagi ya semuanya, ini kita masih kerja. Gimana mau kerja kalau semuanya di sini,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto.
Berdasarkan pantauan di lokasi, personel Inafis Polrestabes Medan langsung melakukan pemeriksaan awal.
Petugas kemudian membuka boks plastik berwarna putih dengan tutup biru tersebut dan mengeluarkan jenazah korban.
Selanjutnya, jenazah dimasukkan ke dalam kantong mayat sebelum dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi.
Sementara itu, misteri kematian Rahmadani masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian.
Beberapa warga mengaku sempat melihat seorang pria mengenakan jaket ojek online datang ke lokasi dengan sepeda motor.
Pria tersebut diduga menurunkan sesuatu ke area tempat boks plastik ditemukan sebelum kemudian pergi meninggalkan lokasi.
Kesaksian itu memunculkan dugaan bahwa jasad korban dibawa dan dibuang oleh pelaku yang menyamar sebagai pengemudi ojek online.
“Banyak warga yang lihat ojol datang ke sini, lalu meletakkan sesuatu di kontainer itu,” kata Rinto, warga setempat.
Hingga kini, polisi masih mendalami kesaksian para warga serta menelusuri kemungkinan adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Sementara itu, keluarga korban berharap polisi dapat segera mengungkap siapa pelaku di balik kematian tragis Rahmadani.
sumber: Tribun Medan