TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah lubang cukup dalam terlihat di ruas Jalan Dr Sutomo, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Jalan Dr Sutomo adalah sebuah jalan yang berada di Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Kota Manado.
Jalan ini berada di kawasan pusat kota Manado, dekat beberapa fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.
Pantauan Tribunmanado.co.id pada Selasa (10/3/2026), lubang tersebut berada tepat di tengah badan jalan dan cukup mengganggu arus kendaraan yang melintas.
Sejumlah pengendara terlihat tidak sempat menghindari lubang tersebut.
Beberapa kendaraan bahkan terperosok ketika melintasinya.
Saat roda kendaraan masuk ke lubang, terdengar bunyi keras dari benturan ban dengan permukaan jalan.
Kondisi ini membuat pengendara harus lebih berhati-hati ketika melintas di lokasi tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, lubang di titik tersebut sebelumnya sempat diperbaiki.
Hal itu terlihat dari bagian sekeliling lubang yang dipenuhi tambalan aspal.
Namun kerusakan kembali muncul dan kini kondisinya terlihat lebih besar serta lebih dalam dibanding sebelumnya.
Roy, seorang pengemudi yang melintas di lokasi tersebut, mengatakan lubang itu berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Menurutnya, jika tidak segera diperbaiki, lubang tersebut bisa memicu kecelakaan lalu lintas.
"Selain itu mengganggu kenyamanan," kata dia.
Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan dengan menambal lubang-lubang di jalan tersebut agar tidak membahayakan masyarakat.
Warga berharap jalan tersebut cepat diperbaiki supaya pengendara lebih aman saat melintas.
Jalan Walanda Maramis
Sejumlah jalan di kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mulai berlubang.
Salah satunya di Jalan Walanda Maramis di seputaran Pasar 45.
Amatan Tribun Manado.Com, Senin (9/3/2026), lubang nampak di pertigaan samping toko Makmur.
Ada tiga lubang disana.
Lubang pertama menganga di tengah jalan dan agak dalam.
Lubang kedua terpisah dua meter dari lubang pertama.
Ukurannya lebih besar.
Beberapa hari sebelumnya, lubang tersebut belum begitu besar.
Dari pinggirannya yang mengelupas, nampak bila lubang tersebut berpotensi kian membesar.
Lubang yang satu lagi agak di pinggir.
Tribunmanado berada disana selama beberapa menit.
Terlihat kendaraan harus melintas pelan demi menghindari lubang.
Tapi ada pula kendaraan yang terpaksa kejeblos lubang.
Tampak kendaraan bergetar keras saat kejeblos lubang pertama.
Lubang itu tak pandang bulu.
Semua kendaraan yang sopirnya tak peka, kejeblos.
Dari mobil pribadi, sepeda motor, mikrolet, kendaraan kontainer hingga bus Trans Manado.
Fany seorang warga mengatakan, adanya lubang jalan membuat kemacetan di sana kian parah.
"Adanya lubang secara otomatis membuat kendaraan harus berjalan dengan pelan," katanya.
Ia menilai lubang sangat mengganggu pengguna jalan.
Selain rawan kecelakaan, lubang jalan membikin kendaraan jadi cepat rusak.
"Selain itu mengganggu pemandangan," kata dia.
Dirinya meminta pihak terkait segera menambal lubang yang menganga demi kepentingan masyarakat.
Diketahui jalan lubang terus bermunculan di kota Manado.
Selain di Jalan Walanda Maramis, ada di 17 Agustus, Balai Kota, Nusantara, jalan Tugu Adipura Raya dan lainnya. (ART)