Wako Padang Bedah Buku Mitigasi Kultural, Ingatkan Pentingnya Pengetahuan Lokal Hadapi Bencana
Rahmadi March 11, 2026 10:47 AM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Buku berjudul Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatera Barat mengangkat berbagai praktik kearifan lokal masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana di Sumatera Barat.

Buku setebal 272 halaman tersebut ditulis oleh Yose Hendra, alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Unand). Dalam karya tersebut, penulis mengkaji berbagai bentuk pengetahuan tradisional masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun dalam membaca tanda-tanda alam serta menghadapi potensi bencana.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang hadir sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan bedah buku yang digelar di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3/2026), menilai pendekatan budaya memiliki peran penting dalam upaya mitigasi bencana.

Menurutnya, mitigasi bencana tidak hanya mengandalkan teknologi maupun pendekatan struktural, tetapi juga perlu memperhatikan nilai-nilai budaya dan tradisi lokal yang telah lama berkembang di tengah masyarakat.

“Buku ini menjadi referensi penting untuk memperkuat literasi kebencanaan sekaligus menghidupkan kembali peran budaya sebagai fondasi ketangguhan masyarakat,” ujar Fadly Amran.

Baca juga: Padang Dikepung Kabut Asap, Cek Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini 11 Maret 2026 di 7 Kota

Ia mengatakan, di wilayah seperti Sumatera Barat yang memiliki kekayaan adat dan tradisi, pengetahuan lokal dapat menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai ancaman bencana.

Selain itu, Fadly juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang terus mendorong tumbuhnya karya literasi, khususnya dari para penulis lokal.

Menurutnya, penguatan budaya literasi dapat menjadi salah satu cara memperkaya pengetahuan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya berbagai gagasan baru dari kalangan akademisi maupun penulis daerah.

“Kami akan terus mendorong dan mendukung para penulis melalui berbagai program di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang,” katanya.

Sementara itu, Ketua IKA FISIP Universitas Andalas, Yefri Heriani, mengatakan buku tersebut ditulis dengan pendekatan antropologis yang menyoroti peran budaya dalam memahami bencana.

Baca juga: Wali Kota Padang Resmikan 10 Huntap Korban Bencana Batu Busuk, Kadin Indonesia Beri Dukungan Penuh

Ia menilai pengetahuan lokal yang berkembang di masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam sistem mitigasi bencana di Sumatera Barat yang dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.

“Buku ini menunjukkan bahwa pengetahuan lokal merupakan bagian penting dalam mitigasi bencana di Sumatera Barat yang dikenal sebagai etalase bencana,” ujarnya.

Penulis buku, Yose Hendra, menjelaskan bahwa karya tersebut merupakan hasil kajian yang dilakukan di sejumlah daerah di Sumatera Barat yang masih memiliki tradisi dan nilai adat dalam menghadapi bencana.

Menurutnya, pesan-pesan mitigasi sebenarnya telah lama disampaikan melalui berbagai bentuk budaya seperti tradisi, petatah-petitih, hingga kesenian.

“Buku ini menunjukkan bahwa pesan mitigasi dapat disampaikan melalui tradisi, nilai adat, hingga kesenian. Hal itu diharapkan dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana,” jelasnya.

Kegiatan bedah buku tersebut diikuti oleh akademisi, mahasiswa, pegiat literasi, serta berbagai unsur masyarakat yang turut mendiskusikan pentingnya kearifan lokal dalam memperkuat ketangguhan menghadapi bencana.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.