BOLASPORT.COM - Pelatih Liverpool, Arne Slot, menyoroti kondisi markas Galatasaray yang menurutnya tidak kondusif.
Liverpool menuai hasil negatif saat menyambangi markas Galatasaray pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025-2026.
Bertarung di Rams Park, Selasa (10/3/2026) atau Rabu dini hari WIB, The Reds tumbang 0-1 dari raksasa Turki.
Gol tunggal Mario Lemina memaksa Liverpool pulang dengan kepala tertunduk.
Gawang tim tamu kebobolan saat laga baru berjalan tujuh menit.
Menurut Arne Slot, salah satu faktor kekalahan Liverpool adalah karena suporter Galatasaray terlalu bising.
Dia merasa suara lantang dari fan tuan rumah membuat para aktor di lapangan sulit berkomunikasi.
"Ini stadion yang sangat sulit, baik untuk pemain lawan maupun pelatih lawan," kata Slot seperti dikutip BolaSport.com dari laman resmi UEFA.
"Susah untuk konsentrasi dan sulit buat berkomunikasi."
"Galatasaray sangat beruntung memiliki atmosfer seperti ini," tutur si meneer Belanda.
Meski Liverpool tumbang, Slot optimistis menatap leg kedua di kandang sendiri.
"Sekarang kami punya pertandingan melawan Galatasaray di stadion kami," ucap dia.
"Kami memiliki pendukung yang fantastis yang selalu memberikan kekuatan."
"Mereka bakal menunjukkan bahwa ini Anfield, rumah kami, dan akan menjadi dorongan bagi kami" pungkas Slot.
Sepanjang sejarah Liga Champions, Liverpool baru dua kali menjamu Galatasaray.
Hasilnya adalah mereka tak pernah kalah dengan catatan satu kemenangan dam satu kali imbang.
Momen pertama terjadi pada penyisihan grup musim 2001-2002 dan berakhir seri 0-0.
Lanjut edisi 2006-2007, di fase serupa, Liverpool membungkam Galatasaray 3-2.
Peter Crouch menyumbang dua gol kala itu, ditambah satu dari Luis Garcia.
Tiga gol Liverpool dibalas dua kali oleh Galatasaray via Umit Karan.