Warga Sabak Jambi Gali Kubangan Demi Padamkan Api, 2 Rumah dan Motor Hangus
Darwin Sijabat March 11, 2026 11:11 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Musibah kebakaran kembali mengguncang wilayah pesisir Provinsi Jambi, tepatnya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 

Kali ini, api mengamuk di kawasan RT 06, Kampung Baru, Kelurahan Muara Sabak Ulu, Kecamatan Muara Sabak Timur, Tanjabtim pada Selasa siang (10/03/2026) sekitar pukul 13.15 WIB.

Kondisi permukiman yang relatif sepi saat kejadian membuat si jago merah leluasa membesar sebelum disadari warga. 

Cuaca yang sangat terik ditambah hembusan angin kencang di lokasi mempercepat perambatan api, hingga menghanguskan dua unit rumah milik warga bernama Tamrin dan Taribek (Talibek).

Upaya pemadaman berlangsung dramatis. 

Terbatasnya sumber air memaksa warga berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya. 

Menggunakan mesin pompa air milik kelurahan, masyarakat bahkan nekat menggali kubangan tanah untuk mencari sisa air demi menjinakkan kobaran api yang membubung tinggi.

Api baru benar-benar dapat dikendalikan satu setengah jam kemudian setelah dua unit armada dari Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kabupaten Tanjabtim tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Camat Muara Sabak Timur, Darohim, yang turun langsung ke lokasi mengonfirmasi selain dua rumah yang ludes, satu rumah milik warga bernama Sican juga ikut terdampak kerusakan. 

Satu unit sepeda motor yang terparkir di lokasi pun tak luput dari amukan api.

Darurat Kebakaran: 6 Rumah Hangus dalam 2 Bulan

Insiden ini memperpanjang catatan kelam musibah kebakaran di wilayah tersebut. 

Baca juga: Kebakaran Hebat Landa Solok Sipin, Warga Tak Sempat Selamatkan Harta Benda

Baca juga: Jambi Steril Truk Batu Bara Mulai 13 Maret, Al Haris: Fokus Mudik Lancar

Darohim mengungkapkan keprihatinannya lantaran dalam kurun waktu kurang dari dua bulan terakhir, sudah enam unit rumah warga di Kecamatan Muara Sabak Timur yang hangus terbakar.

Ia pun mengimbau warga Jambi, khususnya di pesisir Timur, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan peralatan memasak.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti munculnya api. 

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai angka yang cukup besar.

Rumah Nenek Sebatang Kara Ludes Terbakar

Suasana khidmat bulan suci Ramadan 2026 di Desa Tanjung, Kecamatan Kumpeh, seketika berubah mencekam.  

Sebuah musibah kebakaran hebat meluluhlantakkan rumah milik Asiah (80), atau yang akrab disapa Gede Siah, seorang nenek yang dikenal hidup sebatang kara, pada Jumat malam (6/3/2026). 

Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 20.25 WIB di wilayah RT 20, Dusun Tanjung Ilir.  

Di tengah kegelapan malam, kobaran api dengan cepat membesar dan mengamuk, melahap bangunan rumah yang sebagian besar berbahan kayu.

Embusan angin kencang membuat si jago merah kian beringas hingga sulit dikendalikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun Instagram @jambihits_id dan @jambisharing, api diduga kuat berasal dari korsleting listrik di dalam rumah.  

Warga desa yang melihat kobaran api langsung berhamburan menuju lokasi untuk memberikan pertolongan. 

"Di dalam gelap malam dan suasana Ramadhan, api berkecamuk dan meluluhlantakan rumah Nenek Siah. Melihat kobaran api yang begitu besar, warga desa langsung mendatangi lokasi dan berupaya membantu memadamkan api dengan alat seadanya," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.  

Baca juga: Si Jago Merah Mengamuk di Pematang Sulur, 2 Bangunan Ludes Terbakar

Baca juga: Intip Menu Makan Bergizi Gratis di Jambi, Protein Tinggi Tapi Tuai Protes

Sayangnya, material bangunan yang mudah terbakar membuat hunian tersebut tak terselamatkan dan hanya menyisakan tiang-tiang bangunan yang menghitam. 

Beruntung, saat jago merah mengamuk, Nenek Siah sedang tidak berada di dalam rumah.  

Ia diketahui tengah berkunjung ke rumah anaknya, sehingga tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.  

Meski selamat secara fisik, Nenek Siah kini kehilangan tempat tinggal dan harta bendanya tepat di pertengahan bulan Ramadan. 

"Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan rumah yang sebagian besar berbahan kayu. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum bantuan datang," ungkap keterangan warga setempat.  

Kini, masyarakat berharap adanya uluran tangan dari berbagai pihak untuk meringankan beban Nenek Siah agar ia kembali memiliki tempat bernaung.

DISCLAIMER

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.

Baca juga: SKK Migas–PetroChina serahkan 10 program PPM & santuni 50 anak yatim di Safari Ramadan Tanjab Barat

Baca juga: Bupati M Syukur: Camat Kades di Merangin Tak Boleh Tinggalkan Tempat Tugas 18-24 Maret 2026

Baca juga: Jambi Steril Truk Batu Bara Mulai 13 Maret, Al Haris: Fokus Mudik Lancar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.