TRIBUNLOMBOK.COM, MATRAM - Sejumlah rumah warga di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan mengalami kerusakan setelah diterjang hujan lebat disertai angin kencang, Selasa (10/3/2026) siang.
Cuaca ekstrem tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 Wita dan berdampak pada beberapa wilayah, terutama di Kecamatan Soromandi dan Kecamatan Langgudu.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Kecamatan Soromandi tepatnya di Desa Bajo, sebanyak tiga kepala keluarga atau 14 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut.
Dari jumlah tersebut, satu keluarga yang terdiri dari empat jiwa terpaksa mengungsi setelah rumah mereka mengalami kerusakan.
Selain itu, tiga unit rumah warga di Dusun Rasabou, Desa Bajo, dilaporkan mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang.
Sementara itu, dampak serupa juga terjadi di Kecamatan Langgudu, tepatnya di Desa Pusu. Di wilayah ini, dua kepala keluarga dengan total lima jiwa terdampak. Satu keluarga di antaranya terpaksa mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan pada bagian atap.
Menanggapi kejadian tersebut, tim dari BPBD Provinsi NTB langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima serta sejumlah pihak terkait untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak.
Baca juga: Rumah Warga di Sekotong Lombok Barat Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
Petugas juga berkoordinasi dengan camat, aparat kepolisian, TNI, serta pemerintah desa setempat untuk melakukan pengamatan, pendataan, dan kaji cepat terhadap kerusakan yang terjadi, sekaligus melakukan langkah penanganan darurat bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim hujan.
“Masyarakat juga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem serta potensi bencana seperti banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini wilayah Nusa Tenggara Barat telah memasuki periode musim hujan dan sebagian wilayah bahkan berada pada puncaknya.
Pada dasarian II Maret 2026 atau periode 11-20 Maret, peluang terjadinya hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian diperkirakan mencapai 60 hingga lebih dari 90 persen di sebagian besar wilayah NTB.
Sementara peluang hujan dengan intensitas di atas 100 milimeter per dasarian diperkirakan berkisar antara 30 hingga 50 persen, terutama di sebagian wilayah Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima.
(*)