TRIBUNMATARAMAN.COM - Pelatih Arema FC, Marcos Santos, meluapkan kekecewaannya setelah timnya kalah 1-2 dari Bhayangkara FC pada lanjutan Liga 1 Indonesia atau Super League 2025/2026.
Pertandingan yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (10/3/2026), berlangsung panas dan diwarnai sejumlah keputusan kontroversial dari wasit.
Singo Edan harus mengakhiri pertandingan hanya dengan sembilan pemain setelah dua pemainnya diganjar kartu merah, situasi yang membuat Arema kesulitan mempertahankan keunggulan hingga akhirnya kalah 1-2.
Seusai pertandingan, Marcos Santos menilai beberapa keputusan wasit cukup merugikan timnya dan berpengaruh besar terhadap jalannya pertandingan.
Baca juga: Bhayangkara vs Arema FC: Empat Kartu Merah Warnai Laga Panas di Stadion Sumpah Pemuda
Menurutnya, kartu merah yang diberikan kepada pemain Arema dinilai terlalu dipaksakan.
“Saya tidak sedang membicarakan soal permainan Bhayangkara. Mereka sudah melakukan tugasnya dengan baik. Tetapi wasit merusak segalanya,” ujar Marcos Santos.
Pelatih asal Brasil tersebut juga menyoroti adanya insiden serupa yang dilakukan pemain Bhayangkara, namun tidak mendapat hukuman yang sama.
“Saya pikir kartu merah itu agak dipaksakan. Terutama karena ada permainan serupa yang dilakukan Bhayangkara dan bahkan tidak diberikan kartu kuning,” katanya.
Situasi semakin sulit bagi Arema FC ketika harus bermain dengan sembilan pemain di lapangan.
Selain itu, kondisi lapangan yang becek membuat aliran bola tidak berjalan lancar sehingga kedua tim kesulitan mengembangkan permainan.
Meski begitu, Marcos menegaskan timnya tetap berusaha mencetak gol hingga menit terakhir pertandingan.
Ia menilai sebenarnya laga antara Arema FC dan Bhayangkara FC berpotensi menjadi pertandingan yang menarik karena kedua tim tampil menyerang sejak awal.
Namun menurutnya, kepemimpinan wasit Yudai Yamamoto justru membuat pertandingan berubah.
“Saya pikir wasit merusak pertandingan yang seharusnya sudah berjalan menarik. Kedua tim bermain menyerang dan mencari gol,” ujarnya.
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Marcos Santos tetap memberikan apresiasi kepada para pemain serta suporter yang hadir di stadion.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pendukung setia Arema FC, yaitu Aremania, karena timnya kembali gagal meraih hasil positif.
(tribunmataraman.com)