TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA — Program sekolah swasta gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ditargetkan tetap mencakup 105 sekolah pada tahun 2026.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta M. Subki mengatakan jumlah tersebut tetap dipertahankan meski terdapat sekolah yang sempat mengundurkan diri dari program tersebut.
Menurut Subki, DPRD telah meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta segera mencari sekolah pengganti agar kuota program tidak berkurang.
“Targetnya tetap 105 sekolah swasta gratis pada 2026. Memang ada dua sekolah yang mundur, tapi kami sudah minta agar segera dicari penggantinya supaya jumlahnya tetap terpenuhi,” kata Subki di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (11/3/2026).
Ia menjelaskan program tersebut saat ini mencakup sejumlah jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA/SMK serta Sekolah Luar Biasa (SLB).
Namun untuk jenjang taman kanak-kanak (TK), kata dia, belum termasuk dalam program tersebut.
“Yang masuk program saat ini SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. Kalau TK belum,” ujarnya.
Program sekolah swasta gratis merupakan salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Melalui program ini, pemerintah memberikan dukungan pembiayaan kepada sekolah swasta agar siswa dari keluarga kurang mampu dapat bersekolah tanpa dipungut biaya.