Dosen Unsam Berikan Konseling dan Trauma Healing Bagi Anak Korban Bencana di Aceh Tamiang
Faisal Zamzami March 11, 2026 02:21 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Zubir | Kota Langsa

SERAMBINEWS.COM, ACEH TAMIANG  – Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami dampak psikologis pasca-bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.

Menyadari hal tersebut, dosen Universitas Samudra (Unsam) menggelar kegiatan trauma healing dan konseling bagi anak-anak terdampak di Kampung Matang Cincin, Kecamatan Manyak Payed.

Kegiatan ini dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai Unsam.

Kegiatan diketuai Thursina Mahyuddin, S.Sos., M.SP, dan didampingi Helmi Ghoffar, M.Pd., dosen Bimbingan Konseling Unsam.

Thursina Mahyuddin menjelaskan, kegiatan ini bertujuan membantu anak-anak merasa aman dan nyaman serta mampu mengekspresikan perasaan mereka setelah mengalami peristiwa traumatis.

“Program ini membantu anak-anak kembali ceria dan percaya diri setelah bencana,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Dalam kegiatan trauma healing, anak-anak mengikuti berbagai aktivitas kreatif dan edukatif. Salah satu metode yang digunakan adalah terapi melalui kegiatan menggambar, yang memungkinkan anak menyalurkan emosi dan pengalaman mereka dalam bentuk visual.

Baca juga: Mahasiswa Sekolah Kepolisian Gelar Trauma Healing bagi Anak-Anak Terdampak Banjir di Langkahan

Selain kegiatan menggambar, tim PkM juga membagikan perlengkapan belajar seperti crayon, kertas gambar, dan meja belajar.

Bantuan ini dapat digunakan anak-anak untuk belajar dan berkegiatan kreatif di rumah.

Kegiatan trauma healing ini dianggap sangat penting karena dampak bencana tidak hanya bersifat fisik tetapi juga psikologis.

Anak-anak sering mengalami ketakutan, kecemasan, dan kesulitan kembali beraktivitas normal.

Melalui pendampingan psikologis ringan, permainan edukatif, komunikasi interaktif, serta motivasi belajar, anak-anak diharapkan dapat pulih secara emosional.

Selama kegiatan pada 7 Maret 2026, anak-anak terlihat antusias mengikuti aktivitas yang diberikan.

Masyarakat Kampung Matang Cincin menyambut baik kegiatan ini dan berharap program serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung pemulihan mental anak-anak pascabencana.

Melalui program PkM ini, diharapkan anak-anak terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan optimis, ceria, dan semangat belajar, sekaligus menjadi bukti nyata kepedulian akademisi terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.