Pemprov Lampung Siapkan Lahan 170 Hektare Bangun Sport Center, Target Tuan Rumah PON
Robertus Didik Budiawan Cahyono March 11, 2026 03:38 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyiapkan infrastruktur olahraga skala besar guna meraih target tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2032 mendatang bersama Banten.

Terbaru, Pemprov Lampung menyiapkan lahan seluas lebih dari 170 hektare di kawasan Kota Baru yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan Sport Center terpadu.

Asisten II Pemprov Lampung Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekubang), Mulyadi Irsan menegaskan, bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan kesiapan lahan agar pembangunan bisa segera dioptimalkan.

"Terkait kesiapan lahan dalam rangka mendukung acara PON 2032, Pemprov akan mengupayakan pembangunan Sport Center di lahan seluas lebih 170 hektare. Lokasinya tidak jauh dari exit tol Itera, Kota Baru," ujar Mulyadi di komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu (11/3/2026).

Mulyadi menambahkan, proses administrasi lahan tersebut kini tengah berjalan intensif dengan dukungan dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Baca juga: Lampung-Banten Resmi Jadi Bakal Calon Tuan Rumah PON 2032

Ia berharap, status lahan bisa segera mencapai tahap clear and clean agar sebelum dilakukan pembangunan fisik.

Mengenai pendanaan, Mulyadi menyebutkan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan satu pintu, melainkan membuka ruang bagi investasi luar.

"Sedang dicari skema-skema pembiayaan yang efektif. Bisa nanti dengan dukungan pemerintah pusat, bisa nanti ada investor. Jadi kita cari skema yang paling efektif. Tapi pasti ada pendampingan dari APBD" tegasnya.

Senada, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Lampung, Meiry Harika, menjelaskan bahwa Lampung bersama Banten terus menjalin koordinasi supaya target jadi tuan rumah PON 2032 terwujud.

"Pemprov Lampung sudah mulai menganggarkan dan melakukan persiapan pendaftaran untuk menjadi tuan rumah PON 2032. Rencana menjadi tuan rumah dilakukan bersama antara Provinsi Lampung dan Banten. Pihak KONI juga sudah mencoba mendaftarkan rencana tersebut," jelas Meiry.

Terkait status lahan yang akan dijadikan Sport Center, Meiry mengonfirmasi bahwa lahan itu saat ini masih berstatus milik PTPN.

Namun, tahun 2026 ini menjadi titik awal penyelesaian dokumen perencanaan dan penilaian harga lahan.

"Tahun ini akan kita mulai di appraisal Appraisal (Penilaian Harga) dan BOPP-nya (Biaya Operasional dan Pendukung Penyelenggaraan) akan segera kita laksanakan. Persyaratan yang disiapkan meliputi DPPT (Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah) dan Master Plan," ungkap Meiry.

Lebih lanjut, ia mengatakan pembagian cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan nantinya akan dibahas lebih lanjut melalui kesepakatan antara Pemprov Lampung dan Pemprov Banten.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.