TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Komjen Karyoto enggan berkomentar soal video simulator kuda yang viral di media sosial dan memicu berbagai komentar publik.
Ketika dicegat di Gedung Nusantara II Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (11/3/2026), Karyoto langsung menyudahi sesi wawancara saat dimintakan penjelasan soal simulator kuda.
"Sudah, sudah, sudah ya," ujar Karyoto sambil berjalan menjauhi awak media.
Sejumlah pengawalnya pun langsung bergerak untuk memisahkan awak media yang sedang mewawancarai Karyoto.
Sebagai informasi, video tentang simulator kuda milik Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Baharkam Polri tengah ramai diperbincangkan di media sosial.
Ruang simulator berkuda itu berada di Markas Direktorat Polisi Satwa di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Dalam salah satu video yang beredar, tampak sejumlah anggota polisi, baik pria maupun wanita, mencoba alat tersebut dengan didampingi instruktur.
Terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, simulator berkuda tersebut merupakan bagian dari fasilitas latihan yang pengadaannya menggunakan anggaran tahun 2016.
“Harganya per unit Rp 1 miliar," kata Isir kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).
Isir menjelaskan, simulator tersebut digunakan sebagai sarana pelatihan dasar bagi polisi yang bertugas di satuan berkuda.
Ia menjelaskan, simulator itu mempunyai beragam fungsi untuk membantu proses latihan menunggang kuda.
Mulai dari simulator belajar teknik dasar menunggang, mulai dari berjalan, berlari, hingga galop atau gerakan lari kuda dengan ritme kaki yang seirama.
Kemudian, simulasi belajar melompati rintangan serta latihan balapan dan kecepatan.