Timur Tengah Memanas, Ribuan Penumpang Kapal Pesiar Gagal Berlayar
GH News March 11, 2026 04:09 PM
Jakarta -

Konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah memaksa sejumlah kapal pesiar menunda keberangkatan dan memulangkan ribuan penumpang dari pelabuhan utama di Teluk Arab. Dampak paling terasa di Dubai, Doha, dan Abu Dhabi, sebab kapal-kapal tidak dapat meninggalkan dermaga.

Melansir , Rabu (11/3/2026) Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB mencatat sekitar 15.000 penumpang kapal pesiar terjebak di wilayah tersebut. Kapal dari beberapa operator besar, termasuk MSC, TUI, Celestyal, dan AROYA, kini berlabuh di pelabuhan-pelabuhan utama.

Perusahaan kapal pesiar Yunani Celestyal mengonfirmasi, kapal Celestyal Discovery berada di Dubai, sementara Celestyal Journey berlabuh di Doha.

"Para penumpang telah turun dengan selamat di Dubai, dan penumpang yang tersisa di atas Celestyal Journey diperkirakan akan meninggalkan kapal di Qatar dalam 24 jam ke depan," kata perwakilan Celestyal.

Meski tetap beroperasi penuh dan siap berlayar, gangguan tersebut memaksa pembatalan dua pelayaran 'Iconic Aegean' ke Yunani yang dijadwalkan akhir bulan ini. Penumpang yang terdampak akan menerima pengembalian dana penuh atau kredit pelayaran di masa mendatang.

AROYA Cruises membatalkan seluruh sisa musim dingin di Teluk Arab. "Semua penumpang telah diturunkan dengan selamat di Dubai pada 7 Maret, keputusan ini diambil karena pertimbangan operasional regional dan koordinasi dengan otoritas maritim dan nasional," kata perusahaan itu.

Selain itu, MSC Cruises juga memulangkan lebih dari 1.500 tamu MSC Euribia di Dubai melalui tujuh penerbangan, termasuk layanan charter dan kursi maskapai komersial, ke negara seperti Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, AS, dan Brasil.

"Komando kapal dan awak kapal kami telah bekerja tanpa lelah untuk memastikan para tamu terlayani dengan baik, dan tim global kami bekerja siang malam untuk membawa mereka pulang dengan selamat dan tepat waktu," ujar CEO MSC Cruises, Pierfrancesco Vago.

Sementara itu, TUI Cruises membatalkan pelayaran di Mein Schiff 4-23 Maret dan Mein Schiff 5-12 Maret. Kapal Mein Schiff 4 berlabuh di Abu Dhabi, sementara para penumpang Mein Schiff 5 tetap di kapal di Doha.

Perusahaan itu mengatakan operasional tetap berjalan normal, dan perjalanan pulang bagi tamu serta kru diatur melalui penerbangan charter dan alokasi kursi dengan Qatar Airways.

Ketegangan regional ini menunjukkan dampak langsung pada industri kapal pesiar, memaksa operator menyesuaikan jadwal, membatalkan pelayaran, dan memastikan keselamatan serta pemulangan penumpang.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.