Pekerja Tiongkok Wen Chao Ucap Syahadat, Peluk Islam di Gresik Terinspirasi Rekan Kerja Muslim
Wiwit Purwanto March 11, 2026 04:32 PM

 

SURYA.co.id GRESIK  - Berawal dari rasa penasaran melihat rekan-rekan kerjanya menjalankan ibadah, Wen Chao (33), pekerja asal Tiongkok di kawasan industri JIIPE Manyar, Gresik, akhirnya memutuskan memeluk agama Islam.

Ia mengucapkan dua kalimat syahadat di Kantor MUI Kabupaten Gresik pada Rabu (11/3/2026).

Prosesi Ikrar Mualaf

Wen Chao adalah seorang pekerja di PT. Xinyi Glass Factory yang berada di Kompleks Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Manyar, Gresik.

Prosesi ikrar mualaf tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib.

Baca juga: Sosok Umi Pipik yang Temani Proses Celine Evangelista Mualaf, Eks Stefan William Mantap Berhijab

Turut hadir pula menjadi saksi ikrar mualaf tadi, Sekretaris Umum Makmun, M.Ag, Ketua Bidang Dakwah Drs. Nur Fakih, Sekretaris Komisi Fatwa KH. Fathoni Muhammad, Lc., serta Anggota Komisi Seni Didik Hendriyono, S.Pd.

Setelah melalui proses pencarian dan pembelajaran selama beberapa bulan, Wen Chao akhirnya mantap memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat bertepatan dengan 21 Ramadhan 1447 H.

Wen Chao melalui bantuan temannya sebagai penerjemah menceritakan awal mula ketertarikannya terhadap Islam saat di Gresik. Dia mengaku sebelum datang ke Indonesia tidak pernah terpikir sedikit pun untuk memeluk agama Islam.

“Sebelum ke Indonesia tidak ada pikiran sama sekali untuk memeluk agama Islam,” kata Wen Chao.

Wen Chao menambahkan, bahwa ketertarikannya muncul ketika melihat rekan-rekan kerjanya yang beragama Islam menjalankan keyakinannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Bukan Sapi Atau Kambing Mualaf Di Papua Bawa Babi Untuk Kurban. Netizen Beri Apresiasi Niat Baiknya

“Cerita ini bermula ketika akhir tahun 2025, saya melihat banyak teman yang beragama Islam dan menjalankan keyakinannya, sehingga saya mulai tertarik untuk belajar tentang Islam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wen Chao mengaku proses tersebut tidak terjadi secara instan. Ia mulai mempelajari Islam secara perlahan dari lingkungan sekitarnya serta melalui interaksi dengan teman-teman muslim.

Setelah melalui proses pembelajaran selama beberapa bulan, ia akhirnya merasa yakin untuk memeluk agama Islam.

Setelah prosesi ikrar mualaf, Kiai Rofiq menyampaikan sejumlah nasihat agar Wen Chao mulai belajar serta mempraktikkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan menekankan pentingnya memahami rukun Islam sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

“Setelah mengucap dua kalimat syahadat, hendaknya mulai belajar dan mempraktikkan ajaran Islam terutama rukun Islam setelah syahadat, yaitu sholat lima waktu, puasa, zakat dan haji bila mampu,” ujar Kiai Rofiq.

Kiai Rofiq juga mengatakan, bahwa memeluk Islam tidak hanya sebatas pengakuan secara lahiriah, tetapi harus diiringi dengan keyakinan yang kuat dalam hati.

“Islam itu bukan sekadar agama yang diyakini secara dhohir (tampak), namun juga secara batin, yaitu iman harus yakin bahwa Islam adalah agama yang benar menurut dirinya,” tambahnya.

Selain itu, Kiai Rofiq juga mengingatkan bahwa perbedaan keyakinan dengan keluarga merupakan hal yang mungkin terjadi bagi seorang mualaf.

Meski demikian, Kiai Rofiq menekankan bahwa hal tersebut merupakan hak pribadi setiap orang dalam menentukan keyakinan, dan juga berpesan agar hubungan baik dengan keluarga tetap dijaga meskipun terdapat perbedaan keyakinan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.