Pertamina Ungkap Kondisi Terkini ABK yang Terjebak di Selat Hormuz
Desy Selviany March 11, 2026 05:16 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Pertamina mengungkapkan kondisi anak buah kapal (ABK) Kapal milik Pertamina yang masih terjebak di zona perang Timur Tengah Selat Hormuz. 

Pertamina International Shipping (PIS) mengungkapkan bahwa saat ini dua kapal Pertamina berhasil lolos dari blokade Selat Hormuz dalam perang Iran Vs AS-Israel. 

Namun demikian, dua Kapal Pertamina lainnya masih terjebak di Selat Hormuz dan menunggu untuk situasi aman agar bisa keluar dari zona perang.

Dua kapal yang masih tertahan di sekitar Selat Hormuz adalah kapal VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. 

"Kapal-kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz," kata PJS Corporate Secretary PIS Vega Pita seperti dimuat Tribunnews.com pada Rabu (11/3/2026).

Vega memastikan kedua kapal tersebut dalam kondisi aman dan dipantau secara berkala oleh pihaknya.

Para ABK juga dipastikan dalam kondisi selamat dan dipantau 24 jam dalam sepekan ini. 

"Keduanya dalam kondisi aman. PIS terus melakukan pemantauan intensif 24/7 secara real-time terhadap seluruh posisi armada, kru dan pekerja. Ketiganya dalam kondisi aman," tegas dia.

Vega juga menyebut, Pertamina menjalin koordinasi dengan otoritas maritim setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh ABK dan muatan yang dibawa

"Kami juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa," kata Vega.

Baca juga: Kondisi Terkini 4 Kapal Pertamina yang Sempat Terjebak di Zona Perang Selat Hormuz

Namun demikian Vega tidak menjelaskan berapa total ABK di dua kapal Pertamina yang masih terjebak di Selat Hormuz.

Sementara untuk keamanan pasokan dalam negeri, Pertamina Group menerapkan metode regular, alternative and emergency.

Diharapkan hal ini bisa memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan memastikan distribusi berjalan lancar. 

Dalam perjalanan menuju Indonesia, dua kapal mengangkut muatan berbeda, yakni membawa pasokan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri dan muatan pihak ketiga.

Di mana Kapal Gamsunoro melayani kargo milik pihak ketiga (third party). 

Sementara, VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Dimuat Al Jazeera pada Rabu (11/3/2026) Iran telah menembakkan rudal dan drone ke berbagai target di seluruh Teluk, termasuk pangkalan Amerika Serikat di Kuwait.

Serangan ini disebutnya sebagai gelombang serangan ke-37 pada hari ke-12 perang AS-Israel melawan Iran. 

Serangan-serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan terkait krisis energi global, dengan sebuah kapal terbakar di Selat Hormuz.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dijadwalkan akan melakukan pemungutan suara pada hari itu juga mengenai resolusi yang disponsori oleh Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang menuntut agar Iran menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga Arabnya.

Kekhawatiran semakin meningkat bahwa perang tersebut dapat menghambat lalu lintas melalui Selat Hormuz, koridor vital untuk pasokan minyak dan gas global, yang menyebabkan harga minyak mentah Brent naik sekitar 20 persen sejak konflik dimulai dan telah mendorong kenaikan harga bahan bakar di seluruh dunia.

Kekacauan tersebut telah mengguncang pasar keuangan di tengah kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan terhadap aliran energi.

(Wartakotalive.com/DES/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.