Ramadhan Catat Banyak Kemenangan Umat Islam, Ini Pesan dan Makna dari Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Muhammad Hadi March 11, 2026 05:21 PM

Ramadhan Catat Banyak Kemenangan Umat Islam, Ini Pesan dan Makna dari Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Bulan Ramadhan tidak hanya dikenal sebagai bulan ibadah dan peningkatan spiritualitas, tetapi juga memiliki catatan sejarah sebagai bulan yang sering menghadirkan kemenangan bagi umat Islam. 

Hal tersebut  disampaikan dosen Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Dr Teuku Zulkhairi dalam refleksinya tentang makna Ramadhan di tengah dinamika dunia Islam saat ini, Selasa (10/3/2026) di Banda Aceh.

Menurutnya, berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam menunjukkan bahwa kekuatan spiritual yang lahir dari ibadah di bulan Ramadhan mampu melahirkan kekuatan moral dan peradaban.

Salah satu peristiwa paling monumental adalah Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun kedua Hijriah, ketika 313 pasukan Muslim di bawah kepemimpinan Muhammad berhasil mengalahkan lebih dari seribu pasukan Quraisy.

Peristiwa lain yang sangat penting adalah pembebasan Kota Mekkah pada 21 Ramadhan tahun kedelapan Hijriah yang menandai kemenangan besar Islam atas kekuatan Quraisy.

Dalam sejarah berikutnya, semangat Ramadhan juga tercermin dalam penaklukan Andalusia oleh Tariq ibn Ziyad pada 28 Ramadhan tahun 92 H, serta kemenangan umat Islam dalam Perang Ain Jalut pada 658 H yang berhasil menghentikan invasi Mongol yang saat itu dianggap tidak terkalahkan.

“Sejarah ini menunjukkan bahwa Ramadhan bukan hanya membentuk kedekatan seorang Muslim dengan Allah SWT, tetapi juga melahirkan karakter umat yang kuat dan mampu menghadirkan kemenangan dalam berbagai tantangan,” ujar Dr Zulkhairi.

Ia menilai pesan sejarah tersebut menjadi sangat relevan ketika umat Islam saat ini menghadapi berbagai krisis kemanusiaan dan konflik geopolitik.

Tragedi kemanusiaan yang menimpa masyarakat Muslim di Palestina akibat penjajahan oleh zionis Israel, serta meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran dan kekuatan besar seperti Amerika Serikat, menjadi pengingat bahwa umat Islam masih menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan keadilan dan kemanusiaan.

Dalam pandangannya, Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk membangun kembali kekuatan spiritual dan moral umat.

Dr Zulkhairi menegaskan bahwa kemenangan dalam sejarah Islam tidak lahir semata dari kekuatan militer, tetapi dari kedekatan umat kepada Allah yang melahirkan keteguhan iman, kesabaran, serta keberanian menghadapi ketidakadilan.

Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 96 yang menegaskan bahwa apabila penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, maka Allah akan membuka pintu-pintu keberkahan dari langit dan bumi.

Karena itu, Dr Zulkhairi mengatakan ketakwaan bukan hanya persoalan individu, tetapi juga menjadi fondasi bagi bangkitnya sebuah masyarakat dan peradaban.

Ketika nilai-nilai takwa seperti kejujuran, kesabaran, solidaritas, dan kepedulian sosial mengakar dalam kehidupan umat, maka hal itu akan melahirkan kekuatan kolektif yang membawa keberkahan bagi suatu bangsa.

“Ramadhan harus melahirkan karakter takwa yang kuat. Dari ketakwaan itulah lahir keberkahan, dan dari keberkahan itulah umat dapat kembali membangun kejayaan,” ujarnya.

Ia berharap umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan membangun solidaritas sesama umat.

Dengan demikian, semangat Ramadhan juga akan menjadi energi moral yang mendorong kebangkitan umat di tengah berbagai tantangan zaman.

“Jika semangat Ramadhan benar-benar hidup dalam diri umat Islam, maka bulan ini bukan hanya akan membawa kemenangan ummat secara spiritual, tetapi juga membuka jalan bagi kebangkitan umat dan peradabannya di dunia. Berbagai kemenangan insya Allah akan ditoreh,” pungkasya. (ar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.