Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE - Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, Sejak Januari hingga Maret 2026 terdapat 42 Desa diterjang bencana alam.
42 Desa yang terdampak bencana alam ini, menyebabkan 289 kepala keluarga atau 923 jiwa terdampak.
Selain bencana alam, Dinas Sosial Kabupaten Sikka juga mencatat empat Desa mengalami bencana sosial seperti kebakaran sehingga menyebabkan 5 kepala keluarga atau 15 jiwa terdampak.
"Terkait dengan bencana alam sejak Januari sampai dengan Maret, khusus untuk bencana alam, itu ada 42 Desa, untuk kepala keluarga ada 289, dengan jumlah jiiwa ada 923, Ada juga bencana sosial seperti kebakaran, sampai dengan bulan maret ini ada 4 Desa, dengan jumlah kepala keluarga ada 5 dan jumlah jiwa itu ada 15," Jelas PLT Kadis Sosial Sikka, Kristian Amstrong, Rabu 11 Maret 2026.
Baca juga: Siswa di Poma Sikka Hadapi Bahaya Demi Bersekolah Lewati Jembatan Bambu
Dijelaskan Amstrong, untuk penanganan warga terdampak, setelah mendapatkan informasi dari Pemerintah Desa atau Kelurahan, Dinsos kemudian berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan identifikasi atau asesmen terhadap warga terdampak.
Selain melakukan identifikasi atau asesmen, Dinsos juga menyalurkan bantuan yang berasal dari Kementrian Sosial.
"Setelah mendapatkan informasi, kita langsung ke lokasi untuk identifikasi atau asesmen, dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, kita tidak tinggal diam" Ujar Mantan Camat Magepanda itu.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Sikka selalu melakukan penanganan terhadap warga terdampak apabila dilanda bencana alam.
"Jika kejadian bencana terjadi pagi hari, maka siang itu juga kami ke lokasi sekaligus membawa bantuan dan jika kejadian di sore hari atau malam hari, maka tim akan turun ke lokasi, " Jelasnya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sikka beberapa hari terakhir ini. Apabila mengalami dampak, segera berkoordinasi dengan pemerintah Desa dan Kabupaten untuk penanganan lebih lanjut. (awk)