Keluarga Minta Polisi Ungkap Penyebab Kematian Gadis Asal Musi Rawas yang Ditemukan di Kepahiang
Slamet Teguh March 11, 2026 06:01 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS - Tewasnya Sopiah (22) gadis asal Dusun 2 Desa Sungai Pinang Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan warga setempat.

Pihak keluarga dan warga berharap, agar pihak kepolisian bisa mengungkap penyebab Kematian korban.

Jikapun Sopiah benar menjadi korban pembunuhan, mereka meminta polisi untuk menangkap dan mengadili pelakunya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Sopiah diketahui dikenal sebagai sosok yang baik meskipun sedikit tertutup saat berada di lingkungan rumahnya di Dusun 2 Desa Sungai Pinang. 

"Mewakili pihak keluarga, harapan kami penyebab kematian bisa diungkap dan pelaku juga bisa dihukum berat," kata Sekretaris Desa (Sekdes) Sungai Pinang, Adi saat dikonfirmasi Sripoku.com, Rabu (11/3/2026).

Adi juga mengungkapkan bela sungkawa kepada pihak keluarga korban.

Dia mengaku tak menyangka korban bisa pergi dengan cara yang keji. 

"Kami belum tahu apakah ada luka atau tidak pada luar badan korban. Karena, saat ditemukan kondisi mayat korban sudah tidak dikenali, mayatnya sudah bengkak," ungkap Sekdes.

Saat ini jenazah korban masih dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara di Bengkulu.

Setelah semua prosesnya selesai, maka selanjutnya jenazah korban akan dibawa pulang untuk dimakamkan.

"Setelah diautopsi, jenazah akan langsung dibawa pulang dan dimakamkan di TPU Desa Sungai Pinang," tegas Sekdes.

Baca juga: Usai Hilang 5 Hari, Wanita Asal Musi Rawas Ditemukan Tewas di Bengkulu, Jasadnya Bakal Diautopsi

Baca juga: Breaking News: Hilang 5 Hari, Gadis Asal Sungai Pinang Musi Rawas Ditemukan Tewas di Kepahiang

Dilaporkan Hilang

Sebelumnya, Sopiah dikabarkan hilang usai 5 hari pergi meninggalkan rumah.

Khawatir dengan kondisi adiknya yang tak kunjung pulang dan tanpa kabar, sang kakak bernama Dedi (31) akhirnya melapor ke Polsek Muara Lakitan, dengan harapan adiknya segera ditemukan.

Sopiah sendiri dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Kamis, 5 Maret 2026 kemarin sekira pukul 13.00 Wib.

Sopiah pergi dari rumah dengan mengenakan pakaian baju kaos warna ungu, celana panjang hitam dan juga membawa 1 unit handphone.

Berdasarkan keterangan sang kakak, bahwa pihak keluarga sendiri tidak mengetahui apa motif adiknya tersebut pergi meninggalkan rumah. Sebab selama ini tak ada permasalah dengan pihak keluarga. 

Ditemukan Tewas

Kemudian, pada Selasa, 10 Maret 2026 sekira pukul 10.00 Wib, jasad korban itu ditemukan di tumpukan sampah di pinggir Jalan Lintas Liku 9 Desa Tebat Monok Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, jasad korban ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan, berada diantara tumpukan sampah sudah dalam kondisi membengkak dan menimbulkan bau.

 

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.