Bupati Serang Soroti Tambang Minim Reboisasi, Sebut Jadi Penyebab Hilangnya Daerah Resapan Air
Abdul Rosid March 11, 2026 06:17 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menyoroti pentingnya reboisasi di wilayah bekas tambang sebagai upaya mengurangi risiko banjir di Kabupaten Serang.

Menurutnya, kerusakan daerah resapan air akibat aktivitas pertambangan yang tidak diimbangi dengan penghijauan kembali menjadi salah satu faktor yang memperparah banjir di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Bojonegara dan Pulo Ampel.

Ratu Zakiyah menjelaskan, banyak area bekas tambang yang belum direboisasi secara optimal. Akibatnya, kemampuan tanah untuk menyerap air hujan semakin berkurang.

Baca juga: Mudik Lebaran 2026, Truk Golongan 5B dan 6B Dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan dan BBJ

“Di wilayah itu banyak aktivitas pertambangan. Ke depan, insyaallah kami akan berkoordinasi untuk melakukan reboisasi, karena selama ini penghijauan di area bekas tambang masih kurang sehingga daya serap lahan terhadap air menjadi menurun,” ujar Zakiyah di lingkungan Pemkab Serang, Rabu (11/3/2026).

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mendorong pelaksanaan reboisasi di kawasan yang terdampak aktivitas pertambangan.

Selain itu, Zakiyah juga menyebutkan bahwa banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Serang turut dipicu oleh meluapnya Sungai Cidurian. Sungai tersebut berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWS C3).

Meski demikian, ia menilai program penghijauan kembali di kawasan bekas tambang tetap menjadi langkah penting dalam upaya jangka panjang untuk memulihkan fungsi lingkungan serta meningkatkan daya serap tanah terhadap air.

Dengan adanya program reboisasi, pemerintah daerah berharap potensi banjir di masa mendatang dapat ditekan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah Kabupaten Serang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.