Curhatan Menkeu Purbaya Dimaki Netizen Gegara Nilai Tukar Rupiah Lemah 'Kita Menilai harus Fair'
Yuni Astuti March 11, 2026 06:53 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Baru-baru ini Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa curhat karena dirinya dimaki netizen.

Purbaya mengaku jika ia dimaki netizen saat live TikTok.

Makian netizen ini disampaikan oleh warganet merespons melemahnya nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.000 per dolar AS.

"Dari situ sih kita masih lumayan, walaupun di TikTok saya dimaki-maki orang katanya, 'hey Pak Purbaya, menteri keuangan, kerjanya apa aja lu, tuh rupiah lihatin,' tapi kita menilai harus dengan fair, apa yang terjadi dibandingkan juga dengan seluruh negara di dunia seperti apa," kata Purbaya saat jumpa pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya berdasarkan data pihaknya selama adanya konflik antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran penurunan terhadap nilai tukar rupiah hanya 0,3 persen.

Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia yang menyentuh 0,5 persen dan Thailand 1,6 persen.

"Kalau Anda lihat itu, nilai tukar [rupiah terhadap] dolar AS, depresiasinya sejak perang [Israel-AS vs Iran], kita lihat terdepresi sebesar 0,3 persen. Jauh lebih baik dari mata uang negara-negara di sekeliling kita. Malaysia -0,5 persen, Thailand -1,6 persen, dan lain-lain. Jadi kita masih lumayan," ucap Purbaya.

Menanggapi hal tersebut, Purbaya mengingatkan untuk jangan hanya melihat levelnya saja namun juga harus melihat dampak ke pelemahnya.

Kata dia, Indonesia sejatinya masih cukup baik dalam menjaga kebijakan fiskal dan moneter di tengah konflik yang masih memanas hingga hari ini.

"Jadi bukan lihat levelnya aja, tapi kita lihat berapa dampak ke pelemahannya. Kita masih oke, artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi kita yang baik," tandas dia.

Baca juga: Menkeu Purbaya Buka Suara soal THR Swasta Dipotong, ASN-TNI-Polri Utuh: Itu Sudah Fair

Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran MBG

Pemerintah tengah mempertimbangkan berbagai langkah penghematan apabila tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia.

Terbaru Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyentil anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berencana memangkasnya.

Hal itu lantaran tengah terjadinya ketegangan geopolitik dunia merambat hingga ke ruang kebijakan dalam negeri.

Lonjakan harga minyak global yang dipicu konflik di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, mulai menimbulkan tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia.

Di tengah situasi ini, pemerintah harus mempertimbangkan berbagai opsi agar stabilitas fiskal tetap terjaga tanpa mengorbankan program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Salah satu program yang kini ikut menjadi sorotan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa setiap keputusan terkait pelaksanaan program tersebut akan tetap berada di tangan presiden.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan lembaganya akan menjalankan apa pun keputusan yang diambil oleh Presiden Prabowo terkait kelanjutan maupun penyesuaian program MBG.

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas kemungkinan efisiensi anggaran yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Pemerintah tengah mempertimbangkan berbagai langkah penghematan apabila tekanan terhadap APBN meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia.

"BGN akan jalankan apapun putusan Presiden," kata Dadan saat dihubungi Kompas.com, dikutip Senin (9/3/2026).

Pernyataan singkat itu mencerminkan satu hal penting: arah kebijakan program MBG sepenuhnya bergantung pada keputusan politik tertinggi di pemerintahan.

Program Raksasa dengan Anggaran Fantastis
Program MBG bukanlah program kecil. Dalam perencanaan pemerintah, skala pendanaannya tergolong sangat besar dan ambisius.

Dadan sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa pada 2026, BGN akan mengelola anggaran hingga Rp 335 triliun untuk memastikan program ini menjangkau seluruh penerima manfaat di Indonesia.

Dalam sebuah konferensi pers virtual terkait SDGs di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta pada 19 November 2025, ia menjelaskan besarnya aliran dana yang akan digerakkan setiap hari oleh program tersebut.

"Badan Gizi Nasional akan mengelola anggaran Rp 335 triliun untuk menjangkau seluruh penerima manfaat di seluruh Indonesia sehingga tahun depan insyaallah Badan Gizi Nasional akan menggelontorkan uang Rp 1,2 triliun per hari," kata Dadan.

Angka itu menggambarkan betapa besar skala program MBG bukan hanya sebagai program sosial, tetapi juga sebagai salah satu mesin perputaran ekonomi di tingkat daerah.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.