TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS - Demi mendapatkan LPG 3kg, warga di Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas, rela antre berjam-jam di kegiatan operasi pasar murah Pemerintah Kabupaten Musi Rawas.
Operasi pasar ini menjadi agenda rutin Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Musi Rawas, pada saat bulan Ramadan.
Dalam kegiatan tersebut, Disperindag melibatkan beberapa distributor dan Bulog KCP Lubuklinggau, untuk menyiapkan kebutuhan pokok dengan harga murah.
Namun, berbeda pada kegiatan sebelum-sebelumnya, pada operasi pasar kali ini, Disperindag juga mengandeng pihak Pangkalan Gas LPG 3kg untuk menyediakan LPG dengan harga sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi).
Pantauan reporter Sripoku.com, kegiatan yang harusnya di mulai pukul 10.00 Wib, namun warga sudah antre sejak pagi, bahwa pada saat antri juga sempat terjadi penumpukan warga.
Hingga akhirnya petugas Disperindag Musi Rawas, mengambil langkah tegas dengan membariskan LPG kosong milik warga, sehingga warga pun bisa menunggu di tempat teduh.
Kabid Perdagangan Disperindag Musi Rawas, Fatimah mengatakan, konsumsi LPG 3kg pada saat menjelang hari raya Idul Fitri mengalami peningkatan yang signifikan.
Bahkan, terkadang warga pun kesulitan untuk mendapatkan LPG jenis melon tersebut.
Untuk itu, pemerintah hadir untuk membantu warga mendapat LPG dengan harga sesuai HET yang telah ditetapkan.
Dikatakan Fatimah, dalam kegiatan ini pihaknya menyiapkan sekitar 560 tabung LPG 3kg yang akan dijual dengan harga Rp18.500 per tabungnya.
"Hari ini kami siapkan 560 tabung, tapi warga yang datang ternyata lebih dari itu. Untuk harganya sendiri Rp18.500 sesuai harga HET," kata Fatimah kepada Sripoku.com, Rabu (11/3/2026).
Ditambahkan Fatimah, karena keterbatasan kuota yang ada, maka setiap warga yang hendak menukar gas diwajibkan untuk membawa KTP dan kartu keluarga (KK).
"Syarat hanya bawa KTP dan KK, dan setiap KK dijatah hanya 1 tabung. Kegiatan ini tentu hanya diperuntukan bagi warga di Megang Sakti, maka nanti di cek KTP dan KK nya," ungkap Fatimah.
Selain LPG 3kg lanjut Fatimah, pada kegiatan ini juga disiapkan beberapa kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak dan juga tepung serta bahan penting lainnya.
"Beras harga jualnya Rp11.500 per kilogramnya disiapkan 5 ton, telur ayam ras Rp50.000 per karpet disiapkan 250 karpet, minyak Rp16.000 per kilogramnya," jelas Fatimah.
Baca juga: Pasar Murah di Kejari Musi Rawas Diserbu Warga, Telur Ayam Ras Paling Laris
Baca juga: Daftar Harga Sembako Pada Pasar Murah yang Digelar IWAPI Sumsel, Beri Harga Subsidi
Sementara itu, Indra salah seorang warga dari Desa Tri Sakti mengatakan, sudah menjadi kebiasaan pada saat menjelang Idul Fitri harga gas LPG 3kg ini mengalami kenaikan yang tidak wajar.
"Biasa mas, kalau mau lebaran harganya mahal barangnya tidak ada. Sekarang di desa saya di warung harganya capai Rp50.000 per tabungnya," katanya.
Dia berharap agar pemerintah bisa tegas agar pada saat menjelang hari-hari besar, pasokan LPG 3kg ini tetap aman dan mudah ditemukan warga.
"Kegiatan ini tentu sangat membantu, kalau bisa rutin dilakukan pada saat menjelang hari besar. Kemudian, kami juga berharap agar Pemerintah bisa mengambil langkah tegas, agar kelangkaan tidak selalu terjadi," tutupnya.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com