Fakta di Balik Persija Dapat Sponsor dari BUMD, Hingga Disebut APBD FC
Mochamad Hary Prasetya March 11, 2026 07:33 PM

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, berbicara tentang APBD FC

BOLASPORT.COM – Direktur Persija Mohamad Prapanca buka suara soal tudingan yang menyebut Macan Kemayoran sebagai klub “APBD FC”.

Isu tersebut ramai dibahas di media sosial oleh sejumlah akun yang menilai Persija mendapat pendanaan langsung dari pemerintah daerah.

Prapanca mengaku cukup risih dengan narasi tersebut.

Ia menilai komentar di media sosial sering kali muncul tanpa memahami fakta sebenarnya di balik kerja sama Persija dengan sejumlah pihak.

"Agak risih juga dengarnya."

"Saya juga tidak tahu itu buzzer, suporter, atau provokator."

"Karena di media sosial sekarang orang bisa bicara seenaknya,” kata Prapanca kepada awak media termasuk BolaSport.com.

Ia menegaskan kerja sama Persija dengan sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) bukanlah pemberian dana secara cuma-cuma.

Semua bentuk dukungan yang diterima klub merupakan bagian dari kolaborasi promosi.

Prapanca menjelaskan kolaborasi tersebut bermula setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dilantik dan menyampaikan visi “Jakarta Lebih Persija”.

Setelah itu, manajemen klub dipanggil untuk membahas peluang kerja sama.

“Pak Gubernur memanggil kami dan menanyakan apa yang bisa dikolaborasikan."

"Jadi bukan diberikan uang secara cuma-cuma,” ujar pria asal Jakarta itu.

Dalam prosesnya, beberapa perusahaan daerah kemudian menjalin kemitraan dengan Persija.

Di antaranya adalah Bank Jakarta, PAM Jaya, MRT Jakarta, dan TransJakarta.

Menurut Prapanca, salah satu contoh kerja sama adalah dengan PAM Jaya yang ingin menyosialisasikan program-programnya kepada masyarakat Jakarta.

Persija kemudian membantu melalui berbagai konten di media sosial klub.

“Kami bukan cuma menerima dana."

"Kita juga bekerja membuat konten dan program agar masyarakat tahu program PAM, khususnya warga Jakarta,” kata Prapanca.

Persija juga membantu proses rebranding Bank DKI yang kini berubah menjadi Bank Jakarta.

Pasukan Ibukota menjadi salah satu media promosi agar identitas baru bank tersebut lebih cepat dikenal masyarakat.

“Persija punya basis penggemar yang besar."

"Jadi setiap pertandingan atau aktivitas klub, nama Bank Jakarta ikut terekspos,” ujar Prapanca.

Selain itu, Persija turut mempromosikan layanan transportasi publik seperti MRT Jakarta dan TransJakarta.

Konten promosi dibuat untuk memperkenalkan fasilitas dan meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

Prapanca menegaskan semua kerja sama tersebut dilakukan secara profesional dan berada dalam pengawasan lembaga terkait.

Ia memastikan tidak ada penggunaan dana yang dilakukan secara sembarangan.

“Kalau kerja sama dengan MRT atau TransJakarta itu tidak bisa main-main."

"Semua ada program dan kewajiban yang harus dijalankan,” ucap Prapanca.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.