BOLASPORT.COM - Persebaya Surabaya mendapatkan hukuman berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Hukuman tersebut diberikan tepatnya saat pertandingan pekan ke-24 Super League 2025/2026 saat melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3).
Sebelum pertandingan, tensi dari kedua pihak suporter memang sempat memanas.
Hasilnya, beberapa momen terdengar petasan dan cukup mengganggu pertandingan.
Meski tidak sampai menghentikan pertandingan, ini menjadi dasar bagi Komdis memberikan hukuman.
Dalam temuannya, ada petasan yang menyala dalam jumlah banyak di pertandingan tersebut.
Selain itu, ada kembang api yang sengaja dinyalakan dari sisi tribun.
Komdis dengan penyelidikan yang sudah dilakukan melihat bahwa kejadian tersebut dilakukan oleh Tribun Utara.
Sesuai aturan ini sudah melanggar disiplin terkait Super League 2025/2026.
"Dimana Klub Persebaya Surabaya melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025."
"Karena selama pertandingan hingga pertandingan berakhir terjadi penyalaan petasan dan kembang api dalam jumlah banyak yang dilakukan oleh suporter Persebaya Surabaya di Tribun Utara."
"Diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin," tulis keputusan Komdis dilansir BolaSport.com dari laman Twitter Persebaya.
Selanjutnya, pasal yang dilanggar dalam momen tersebut adalah Pasal 70 ayat (1), ayat (2) jo lampiran 1 nomor 5 jo Pasal 138 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.
Sebagai tuan rumah, Bajul Ijo harus mendapatkan hukuman diantaranya penutupan Tribun Utara dalam satu laga.
Pihak tim sendiri sudah melakukan aksi tegas dengan menutup sektor tersebut hingga akhir musim.
Selain itu, mereka harus membayar sebesar Rp.250 juta dan hukuman lebih berat akan diberikan saat kejadian ini terulang.
"Merujuk kepada Pasal 70 ayat (1), ayat (2) jo lampiran 1 nomor 5 jo Pasal 138 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025."
"Klub Persebaya Surabaya dikenakan sanksi penutupan sebagian stadion (Tribun Utara) sebanyak 1 (satu) pertandingan saat menjadi tuan rumah, sejak keputusan ini diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat."
"Denda sebesar Rp. 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah)," tutup keputusan tersebut.
Bagi Bajul Ijo tentu ini jadi hukuman yang kurang menguntungkan karena mereka sedang berusaha bersaing di zona juara.
Penampilan tidak konsisten dari pasukan Bernardo Tavares juga membuat Persebaya harus segera bangkit.
Sempat berada di posisi kelima klasemen, mereka harus turun ke posisi ke-7 setelah pekan lalu tumbang di markas Borneo FC.
Laga terdekat melawan Persita Tangerang pada 4 April memberikan waktu bagi mereka melakukan persiapan dengan maksimal.