BANGKAPOS.COM--Kabar duka datang dari keluarga tokoh senior Partai Golkar, Akbar Tandjung. Putrinya, Karmia Krissanty, meninggal dunia pada Rabu (11/3/2026) pukul 08.58 WIB setelah berjuang melawan kanker payudara.
Kepergian Karmia meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar.
Almarhumah rencananya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada sore hari.
Dalam pesan singkat yang disampaikan keluarga, mereka memohon doa serta maaf atas segala kesalahan almarhumah semasa hidupnya.
“Kami mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhumah. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan mendapat tempat terbaik,” tulis keluarga.
Karmia Krissanty merupakan putri dari pasangan Akbar Tandjung dan Krisnina Maharani.
Ia memiliki tiga saudara kandung, yakni Fitri Krisnawati Tandjung, Triana Krisandini Tandjung, dan Sekar Krisnauli Tandjung.
Dalam kehidupan pribadinya, Karmia telah berkeluarga. Ia menikah dengan Akbar Nasution, mantan atlet renang nasional, dan dikaruniai dua orang anak.
Melalui akun media sosialnya, Karmia kerap membagikan momen kebersamaan dengan keluarga. Salah satunya ketika berlibur bersama anak-anaknya di Cap Antibes, Prancis.
Meski tengah berjuang melawan penyakit kanker, ia tetap berusaha meluangkan waktu untuk menikmati kebersamaan dengan keluarganya.
Selain dikenal sebagai putri tokoh politik nasional, Karmia juga memiliki karier profesional di sektor keuangan.
Sejak Januari 2024, ia menjabat sebagai Managing Director di PT Marison Nauli Ventura.
Sebelumnya, ia pernah bekerja sebagai Director di Deutsche Sekuritas Indonesia pada periode Desember 2020 hingga Mei 2024.
Karmia juga pernah menjabat sebagai Vice President di Deutsche Bank pada 2018. Selain itu, ia memiliki pengalaman bekerja di Mandiri Sekuritas sebagai Assistant Vice President dan Associate.
Karier profesionalnya juga mencakup pengalaman di perusahaan penasihat keuangan Helios Capital.
Karmia menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari University of Oregon.
Setelah itu, ia melanjutkan studi dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Portland.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, mengungkapkan rasa duka mendalam atas kepergian Karmia.
Ia mengaku memiliki kedekatan personal dengan almarhumah karena pernah beberapa kali bertemu saat menjalani pengobatan di Singapura.
Menurutnya, Karmia merupakan sosok yang kuat dan penuh semangat dalam menghadapi penyakit yang dideritanya.
Sarmuji juga menggambarkan kesedihan yang dirasakan oleh Akbar Tandjung saat berada di rumah duka.
“Tentu beliau sangat sedih. Beberapa kali mendekat ke jenazah. Kehilangan anak pasti terasa sangat mendalam,” ujarnya.
Bagi para kader Golkar, keluarga Akbar Tandjung dikenal sebagai keluarga yang harmonis, rukun, dan saling menguatkan satu sama lain.
Kepergian Karmia Krissanty pun meninggalkan kenangan sebagai sosok perempuan yang berkarier di dunia profesional, sekaligus ibu yang dekat dengan keluarganya hingga akhir hayat.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Alfarizy Ajie Fadhillah)