Seorang barista viral usai curhat soal beban kerja berat. Digaji Rp7,3 juta, ia mengaku harus menangani hampir semua tugas di kafe.
Seorang barista menjadi sorotan di media sosial setelah mengungkapkan keluhannya soal beban kerja yang dianggap terlalu berat. Dalam unggahannya, ia mengaku menerima gaji sekitar RM 1700 per bulan (sekitar Rp 7,3 juta), tetapi harus menangani hampir semua pekerjaan di kafe tempatnya bekerja.
Melansir dari WeirdKaya (12/3), barista di Malaysia tersebut mengatakan bahwa meskipun posisinya adalah barista, pekerjaannya tidak hanya sebatas membuat kopi.
Menurutnya, dalam satu hari kerja ia harus menjalankan banyak tugas sekaligus di kafe tersebut. Ia mengaku merangkap berbagai peran, mulai dari membuat minuman hingga menjadi petugas kebersihan.
Seorang barista membagikan keluhannya di kafe tempat bekerja. Foto: Getty Images/grandriver
|
"Sebagai barista dengan gaji RM 1700 (sekitar Rp 7,3 juta), saya melakukan hampir semuanya di kafe," tulisnya dalam unggahan tersebut.
Ia kemudian merinci berbagai tugas yang harus dikerjakannya. Selain membuat kopi dan minuman lainnya, ia juga bertugas sebagai kasir, menerima pesanan pelanggan, hingga mengantarkan makanan dan minuman ke meja pelanggan.
Tidak hanya itu, pekerjaannya juga mencakup tugas-tugas operasional lain di kafe. Ia mengaku harus menyapu dan mengepel lantai, membersihkan kaca, serta membuang sampah.
Barista tersebut juga mengatakan bahwa dirinya terkadang membantu pekerjaan di dapur, termasuk menyiapkan makanan ketika kondisi kafe sedang ramai.
Menurut pengakuannya, tanggung jawab yang ia jalankan bahkan melampaui tugas operasional sehari-hari. Ia menyebutkan bahwa dirinya juga ikut mengurus stok bahan, menyelesaikan masalah di dapur, hingga melatih staf baru. Selain itu, ia juga harus membersihkan toilet dan memastikan area kafe tetap rapi.
Ia dibayar dengan gaji tak sepadan sementara dipaksa untuk melakukan banyak pekerjaan. Foto: GettyImages
|
Ia bahkan mengklaim harus membantu menyusun alur kerja operasional kafe agar semuanya berjalan lancar. Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai reaksi dari warganet.
Sebagian pengguna media sosial merasa simpati terhadap kondisinya dan menilai bahwa beban kerja tersebut terlalu banyak untuk satu orang karyawan.
"Saya paham bro, pasti rasanya mau nangis pas kerja," kata seorang netizen.
Namun, ada juga yang berpendapat bahwa pekerjaan di industri makanan dan minuman memang sering menuntut karyawan untuk melakukan berbagai tugas sekaligus, terutama jika jumlah staf terbatas.
"Nggak apa-apa bang. Ambil (pekerjaan) ini sebagai ilmu. Pelajaran untuk nanti abang punya bisnis sendiri. Coba bang jalani bisnis kecil-kecilan dulu. Kalau sudah sukses, bisa fokus di sana," saran seorang netizen.









