TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri, penjualan ayam potong di Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, diserbu warga.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Jumat (20/3/2026), suasana di salah satu lapak ayam potong tampak sangat ramai sejak pagi hari.
Warga silih berganti datang untuk membeli ayam, baik untuk kebutuhan konsumsi keluarga maupun persiapan hari raya.
Lapak bertuliskan “Jual Ayam Potong Indah Berkah” yang berada di pinggir jalan poros Pasangkayu–Palu itu dipadati pembeli.
Baca juga: Pria di Mamuju Bertikai dengan Pemilik Warung Usai Ambil Mi Instan dan Rokok Tapi Bayar Rp2.000
Baca juga: Muhammadiyah Tapalang dan Malunda Pusatkan Salat Idulfitri 1447 H di Halaman SMPN 1 Malunda
Sejumlah warga terlihat antre di bagian depan, sementara di sisi lain beberapa pekerja sibuk melayani permintaan pembeli.
Di bagian dalam lapak, tampak aktivitas pemotongan ayam berlangsung cepat. Beberapa orang terlihat membersihkan ayam, sementara lainnya menimbang dan mengemas pesanan.
Sementara itu, ayam-ayam hidup masih terlihat berada di dalam kandang besi di bagian depan lapak, menunggu giliran untuk diproses.
Tak hanya pembeli, kendaraan roda dua juga terlihat terparkir di sekitar lokasi, menandakan tingginya mobilitas warga yang datang.
Suasana semakin ramai dengan percakapan antara penjual dan pembeli yang saling tawar-menawar.
Pemilik lapak ayam potong, Mama Ardi, mengaku mengalami lonjakan pembeli sejak empat hari terakhir menjelang lebaran.
“Alhamdulillah, pembeli ramai sekali. Sudah empat hari ini terus meningkat, apalagi sekarang sehari sebelum lebaran,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia mengaku, sebagian besar warga membeli ayam dalam jumlah lebih banyak dibanding hari biasa, bahkan ada yang membeli hingga beberapa ekor sekaligus untuk kebutuhan hari raya.
“Biasanya satu ekor, sekarang ada yang beli dua sampai tiga ekor. Untuk stok, kami juga tambah supaya tidak kehabisan,” katanya.
Seiring meningkatnya permintaan, harga ayam potong pun ikut mengalami kenaikan.
Untuk ayam ukuran jumbo yang sebelumnya dijual Rp75 ribu per ekor, kini naik menjadi Rp90 ribu per ekor. Sementara ukuran sedang dari harga Rp65 ribu naik menjadi Rp75 ribu per ekor.
Adapun ayam ukuran kecil yang sebelumnya dijual Rp40 ribu per ekor, kini turut mengalami kenaikan menjadi Rp60 ribu per ekor.
Menurut Mama Ardi, kenaikan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan serta harga pasokan dari distributor yang juga mengalami kenaikan.
“Memang setiap mau lebaran pasti naik, karena permintaan tinggi. Tapi kami tetap berusaha menjaga kualitas dan stok supaya pembeli tetap terlayani,” jelasnya.
Meski harga naik, antusiasme warga tetap tinggi. Bagi masyarakat, ayam potong menjadi salah satu bahan utama untuk hidangan khas lebaran bersama keluarga.
Hingga siang hari, aktivitas jual beli di lapak tersebut diperkirakan masih akan terus berlangsung ramai seiring semakin dekatnya perayaan Idul Fitri.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan