Potret-Potret Salat Ied di Masjid Darul Arqom Ternate Tanjung Manado, Diikuti Ratusan Jemaah
Frandi Piring March 20, 2026 11:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - MANADO - Suasana Salat Ied digelar di Masjid Darul Arqom, Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (20/3/2026) pagi. 

Ratusan umat Muslim dari Muhammadiyah mengikutinya dengan khusyuk.

Amatan tim TribunManado.co.id di lokasi, salat dimulai tepat pukul 07.00 Wita.

Cuaca langit Singkil Manado tampak cerah saat momen suci salat ied.

Masjid penuh sejak setengah jam sebelumnya.

Jemaah memadati ruang masjid. Halaman pun tak cukup. 

Tak sedikit jemaah salat di jalan depan masjid. Mulai dari tetua, anak muda hingga anak-anak.

Sajadah dialas di atas aspal. Salat diisi dengan sembahyang serta khotbah dari Khotib. 

Momen haru nampak usai salat. Umat saling menjabat tangan sambil bermaaf-maafan. 

Ada pula yang saling berpelukan sambil meneteskan air mata. 

Diketahui kawasan seputaran Masjid Darul Arqom dikenal sebagai basis Muhammadiyah di Manado. 

Di sana juga berdiri sekolah serta panti asuhan Muhammadiyah.

Khotib Rivai Poli mengatakan, pihaknya menggelar shalat Ied berdasarkan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menyebut 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

"Kami gelar hari ini," kata dia. 

Menurut dia, yang hadir dalam salat ied adalah warga Muhammadiyah dan para simpatisan. 

Ada pula umat yang setuju dengan perhitungan Muhammadiyah. 

Sebagai khotib, ia berpesan pada umat untuk menjaga tali silaturahmi. 

"Jaga tali silaturahmi, khususnya dengan orang tua serta tingkatkan ketakwaan," katanya. 

Menyoal perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri, ia mengatakan, hal itu tak perlu dipermasalahkan. 

Sikap saling menghargai musti dikedepankan. 

"Saling menghargai dan tidak saling mencela," kata dia.

Kelurahan Ternate Tanjung terletak di bagian utara Kota Manado.

Jarak ke pusat Kota Manado sejauh 6,0 kilometer dengan waktu tempuh 16 menit menggunakan kendaraan lewat Jalan Lumimuut.

Ke Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado berjarak 10,9 kilometer. Waktu tempuh 21 menit menggunakan kendaraan dengan akses Jalan A.A. Maramis. 

Berikut sederet potretnya:

Suasana Salat Ied digelar di Masjid Darul Arqom, Kelurahan Ternate Tanjung Manado
SALAT IED - Suasana Salat Ied digelar di Masjid Darul Arqom, Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulut, Jumat (20/3/2026) pagi. Masjid penuh sejak setengah jam sebelumnya. Jemaah memadati ruang masjid. Halaman pun tak cukup. 
Salat Ied digelar di Masjid Darul Arqom, Kelurahan Ternate Tanjung, Singkil, Manado
SALAT IED - Suasana Salat Ied digelar di Masjid Darul Arqom, Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulut, Jumat (20/3/2026) pagi. Masjid penuh sejak setengah jam sebelumnya. Jemaah memadati ruang masjid. Halaman pun tak cukup. 
SALAT IED - Suasana Salat Ied digelar di Masjid Darul Arqom, Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulut, Jumat (20/3/2026) pagi. Masjid penuh sejak setengah jam sebelumnya. Jemaah memadati ruang masjid. Halaman pun tak cukup. 
Suasana Salat Ied digelar di Masjid Darul Arqom Ternate Tanjung, ingkil, Kota Manado
SALAT IED - Suasana Salat Ied digelar di Masjid Darul Arqom, Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulut, Jumat (20/3/2026) pagi. Masjid penuh sejak setengah jam sebelumnya. Jemaah memadati ruang masjid. Halaman pun tak cukup. 

Pesan Ketua PWM Sulut

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Utara (Sulut), H. Drs. Masrur Mustamat, M.E., berpesan setelah Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.

Masrur menjelaskan, penetapan ini didasarkan pada ijtihad Muhammadiyah dalam sistem penanggalan kalender internasional, yaitu Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). 

Berdasarkan data astronomi KHGT, wilayah di dunia yang memenuhi kriteria elongasi 8° dan tinggi hilal 5° saat matahari terbenam sebelum pukul 24.00 UTC menjadi dasar penetapan awal bulan. 

"Oleh karena itu, 1 Syawal 1447 H berlaku secara global sebagai bentuk penyatuan kalender Hijriah di seluruh dunia," kata Masrur kepada Tribunmanado.co.id, Kamis, 19 Maret 2027.

Masrur menjelaskan, penetapan ini diperkuat secara organisatoris melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, yang tidak hanya menetapkan 1 Syawal 1447 H, tetapi juga mencakup penetapan 1 Ramadan 1447 H, 1 Zulhijjah, 10 Zulhijjah 1447 H, hingga 1 Muharram 1448 H.

Muhammadiyah memandang bahwa penyatuan kalender Hijriah global merupakan keniscayaan dalam perkembangan pemikiran Islam. 

Hal ini bukan sekadar gagasan ideal, tetapi sebuah kebutuhan nyata umat Islam di era global. 

Implementasi KHGT merupakan wujud komitmen Muhammadiyah sekaligus menjadi undangan terbuka bagi seluruh elemen umat Islam untuk mengkaji, memahami, dan mengadopsinya secara bersama

"Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kekuatan untuk menunaikan ibadah Ramadan, dan semoga kita dipertemukan dengan hari kemenangan, Idulfitri 1447 Hijriah," kata Masrur lagi.

Ia berharap, semoga Idul fitri 1447 menjadi momentum mempererat persatuan, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan kedamaian bagi seluruh umat.

"Kami mengucapkan Minal Aidin wal Faidzin Taqobbalallahu minna wa minkum," ujar Masrur. (Art/Ndo) 

Baca juga: Breaking News Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Jumat 20 Maret 2026, Besok Idul Fitri

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.