Arus mudik lebaran 2026 tak luput dari terjadinya kasus kecelakaan lalu lintas di jalan. Divisi Humas Polri mengungkap, hingga Rabu (18/3/2026) kemarin, tercatat ada 953 kasus kecelakaan.
Tak hanya itu, ratusan kasus kecelakaan tersebut juga menyebabkan korban jiwa. Total ada 106 korban meninggal dunia akibat kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2026.
Untuk itu Divisi Humas Polri pun mengimbau pemudik untuk berhati-hati dalam berkendara dan mementingkan keselamatan selama perjalanan.
Serta tetap mematuhi aturan lalu lintas agar perjalanan mudik tetap aman.
Berikut data kecelakaan lalu lintas selama arus mudik lebaran 2026, periode 13-18 Maret 2026, berdasarkan data Divisi Humas Polri:
Melansir unggahan akun Instagram resmi @divisihumaspolri pada Kamis (19/3/2026) sore, telah terjadi 935 kasus kecelakaan selama periode 13-18 Maret 2026.
Kecelakaan tersebut juga menyebabkan korban jiwa, sebanyak 106 orang tercatat meninggal dunia.
Selanjutnya ada total 196 orang yang mengalami luka berat akibat kecelakaan selama arus mudik Lebaran.
Serta sebanyak 1.554 orang mengalami luka ringan.
Tak hanya menyebabkan korban jiwa, kecelakaan selama arus mudik Lebaran ini juga menyebabkan kerugian materiil.
Divisi Humas Polri mencatat, total kerugian materiil akibat kecelakaan selama arus mudik Lebaran mencapai kurang lebih Rp 2,3 miliar.
Data ini merupakan data kumulatif dan masih terus bisa bertambah seiring bertambahnya waktu.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengklaim angka kecelakaan lalu lintas selama hampir sepekan pelaksanaan Operasi Ketupat turun hingga 40 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.
"Sampai dengan hari keenam ini alhamdulillah jumlah kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan kepada kami ini menurun 40,91 persen atau 682 kasus dibandingkan pada Operasi Ketupat tahun 2025,” kata Listyo di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (18/3/2026).
"Alhamdulillah mudah-mudahan angka ini bisa kami pertahankan sampai dengan selesainya rangkaian mudik dan rangkaian balik," kata dia setelah melepas keberangkatan program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 dengan total 4.009 pemudik ke Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tercatat ada sebanyak 1.213.388 kendaraan keluar dari Jakarta lewat jalan tol hingga Rabu (18/3/2026) kemarin.
Jumlah ini bertambah 20,89 persen apabila dibandingkan dengan lalu lintas harian normal dan naik 2,83 persen jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun kemarin.
Listyo berkata sempat muncul titik kepadatan, misalnya di kawasan Gilimanuk, Bali. Meski demikian, kepadatan lalu lintas akhirnya bisa diurai oleh polisi. Sementara itu, terjadi pula kepadatan di jalur tol di Gerbang Tol Cikatama, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Demi melancarkan arus mudik, Polri menyiapkan sejumlah fasilitas di jalur tol dan arteri. Fasilitas tersebut misalnya pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di area rehat. Di pos-pos itu terdapat layanan istirahat, pemeriksaan kesehatan, hingga pengisian bahan bakar.
Di samping itu, polisi menyediakan layanan informasi lalu lintas secara real-time lewat beberapa platform, misalnya NTMC, Traffoy, Sipolan di wilayah Jawa Tengah, dan Siger di wilayah Lampung.
“Kami berharap penyelenggaraan mudik tahun ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” kata Kapolri.