TRIBUNPEKANBARU.COM - Dalam rangka memperingati International Women’s Day (IWD) 2026, APRIL Group menyelenggarakan forum diskusi Young Professionals Talk bertajuk “Her Voice, Her Growth”, Jumat (13/3/2026).
Event ini menjadi ruang dialog inspiratif bagi karyawan untuk berbagi pengalaman, perspektif, serta gagasan mengenai pengembangan karier perempuan di dunia kerja.
Digelar di APRIL Learning Institute (ALI), 150 karyawan dari berbagai unit bisnis di lingkungan APRIL antusias berpartisipasi.
Forum ini menjadi bagian dari upaya APRIL dalam mendorong terciptanya lingkungan kerja yang inklusif sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya kesetaraan kesempatan bagi setiap individu untuk berkembang secara profesional.
HR General Manager Wilim mengungkapkan bahwa karyawan perempuan harus resilient dan membuktikan bisa berkontribusi dan berkembang di sektor industri yang didominasi laki-laki.
"Hingga saat ini saya percaya perempuan tidak ada limitnya. Pertanyaannya, apakah perempuan siap? Perempuan harus siap. Manajemen telah menetapkan kita akan meningkatkan gender equality di lapangan. Di momen ini, kita tak hanya percaya, tapi harus selalu bisa mengambil kesempatan untuk karier yang berkembang," katanya saat pembukaan acara.
Event ini diawali dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang profesional di APRIL Group.
Sesi pertama dibawakan oleh Meylli Marlina, Logistic Operation Manager, dengan topik Career Journey. Dalam paparannya, ia berbagi pengalaman mengenai perjalanan kariernya di industri yang selama ini didominasi oleh laki-laki.
Ia menekankan bahwa setiap perjalanan karier memiliki dinamika tersendiri yang dapat menjadi pembelajaran untuk terus berkembang.
Menurutnya, dalam dunia kerja sering kali terdapat tanggung jawab di luar standar pekerjaan sehari-hari yang membutuhkan kolaborasi lintas fungsi.
Tantangan terbesar sering muncul dalam proses komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, sehingga kemampuan berkolaborasi menjadi hal yang sangat penting.
Selanjutnya, Catur Wulan Yuniastuti, Operation Support Manager, membawakan topik Seek for Opportunities.
Ia menyoroti pentingnya keberanian untuk mencari dan memanfaatkan berbagai peluang pengembangan diri, baik melalui proyek baru, peningkatan keterampilan, maupun pengalaman lintas fungsi dalam organisasi.
Ia juga membagikan pengalaman penting dalam perjalanan kariernya ketika mendapatkan kesempatan dari perusahaan untuk melanjutkan studi S2 di Jerman pada tahun 2016. Meski menghadapi berbagai tantangan personal pada saat itu, ia tetap memutuskan mengambil kesempatan tersebut dan berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 2018.
Pembicara berikutnya, Dian Novaria, Deputy Director Stakeholder Engagement Sustainability, mengangkat topik Collaboration and Adaptability. Ia menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dan membangun kolaborasi, terutama ketika bekerja dengan berbagai pihak dari latar belakang budaya yang berbeda.
Menurutnya, memahami konteks komunikasi serta membangun kepercayaan dengan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menciptakan hubungan kerja yang efektif.
Sesi panel kemudian ditutup oleh Clinton Clive Van Vought, Mill Upstream Operations Director, yang membahas topik Male Ally. Ia menyoroti pentingnya peran laki-laki dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang inklusif dan setara.
Menurutnya, perempuan memberikan perspektif dan warna tersendiri dalam dunia kerja. Oleh karena itu, perempuan juga perlu percaya pada kemampuan diri dan tidak menetapkan batas yang terlalu rendah terhadap potensi yang dimiliki.
Sebagai bagian dari pendekatan partisipatif, acara ini juga menghadirkan Interactive Table Topic Discussion, di mana peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mendiskusikan berbagai topik terkait pengembangan karier, kesetaraan kesempatan, serta pengalaman di lingkungan kerja.
Diskusi kelompok ini memberikan ruang bagi peserta untuk saling bertukar perspektif dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan maupun peluang yang mereka temui dalam perjalanan profesional.
Dalam diskusi tersebut juga disampaikan bahwa lingkungan kerja yang baik tidak hanya dibangun dari kemampuan individu, tetapi juga dari kepercayaan, sikap saling menghargai, serta dukungan antar anggota tim. Perbedaan latar belakang justru menjadi kekuatan karena memberikan sudut pandang yang beragam dalam pengambilan keputusan.
Event ini mendapatkan tanggapan positif dari para peserta. Nenda Pratiwie dari unit bisnis Riau Fiber menyampaikan bahwa peran perempuan seharusnya dihargai tidak hanya pada satu hari peringatan saja.
“Saya sangat senang bisa ikut dalam event ini. Tanpa disadari, peran perempuan sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, tidak hanya dalam karier dan rumah tangga, tetapi juga sebagai penyetara dan penyeimbang dalam kehidupan sosial. Setiap perempuan pantas dihargai karena nilai mereka bukan ditentukan oleh kecantikan atau kekayaan, melainkan oleh kepribadian, karakter, dan potensi unik yang dimiliki," sebutnya.
Peserta lainnya, Alin Hutapea, mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat terpilih mengikuti kegiatan ini sebagai perwakilan pekerja perempuan di tempatnya bekerja. Ia menilai kesempatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga, tidak hanya untuk menambah wawasan dan pengetahuan, tetapi juga untuk memperluas jaringan serta berbagi pengalaman dengan peserta lain.
“Terimakasih atas kesempatan yang diberikan sehingga saya bisa mewakili perempuan-perempuan hebat yang ada di organisasi ini untuk hadir dalam webinar ini. Acaranya sangat berkesan dan semakin membuka pikiran. Semoga melalui kegiatan ini kami selaku perempuan- perempuan yang ada dapat memberikan kontribusi terhadap setiap peluang yang ada,” ungkap Alin.
Forum diskusi ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum peringatan International Women’s Day, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam membangun budaya kerja yang inklusif, kolaboratif, dan mendukung pertumbuhan profesional bagi seluruh karyawan.