Kementerian Agama RI menggelar sidang isbat penentuan Idul Fitri 1447 H pada Kamis, 19 Maret 2026. Proses penetapan dapat disaksikan langsung melalui live streaming Tribunnews YouTube, dengan hasil diumumkan pukul 19.25 WIB.
Sidang isbat digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat. Proses penetapan dilakukan melalui musyawarah dengan mempertimbangkan data hisab dan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Tahapan sidang meliputi:
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhman, mengimbau umat Islam tetap tenang menunggu keputusan resmi. “Umat Islam diharapkan tetap tenang dan menunggu keputusan pemerintah dalam sidang isbat 19 Maret,” ujarnya.
Berikut link untuk menonton hasil sidang isbat penentuan Idul Fitri 2026:
Di tempat lain, Hasil pengamatan sementara di Tuban menunjukkan hilal sulit terlihat, dengan posisi sekitar 1,5 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban, Mashari, menyebut peluang terlihat sangat kecil, bahkan dengan alat optik.
Kondisi berbeda terjadi di Aceh, di mana hilal lebih tinggi sekitar 3 derajat dengan elongasi mendekati kriteria neo-MABIMS.
“Untuk wilayah Aceh, ketinggian hilal sudah sekitar 3 derajat,” jelas Mashari kepada SURYA.co.id.
Seluruh laporan rukyat dari berbagai daerah akan dikirim ke Kemenag RI sebagai bahan pertimbangan sidang isbat.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menegaskan sidang isbat mempertemukan data hisab dan rukyat agar keputusan komprehensif.
Selain menunggu sidang isbat nasional, dua pesantren besar di Jawa Timur telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Kedua pesantren menegaskan penetapan ini bersifat internal, ditujukan bagi santri dan alumni, serta tidak mengikat masyarakat luas.